Desportare

Skandal Memalukan Guncang Premier League, Pemilik West Ham Mundur Usai Dituduh Eksploitasi Seksual

Skandal yang menyeret nama taipan terbesar sekaligus pemilik saham utama West Ham United, David Sullivan, ini memadukan unsur industri dewasa, dugaan eksploitasi seksual masa lalu, kejatuhan klub ke jurang degradasi, hingga intervensi langsung dari Pemerintah Inggris.

JERNIH — Istana sepak bola Inggris kembali diguncang megaskandal. Miliarder sekaligus pemilik saham terbesar West Ham United, David Sullivan (77 tahun), resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai joint chair klub berjuluk The Hammers tersebut.

Langkah ekstrem ini diambil setelah munculnya laporan investigasi media yang menuduh dirinya melakukan eksploitasi seksual dan berperilaku predator terhadap sejumlah wanita di masa lalu.

Pemerintah Inggris melalui Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga (DCMS) langsung memberikan respons keras terhadap isu yang menimpa pengusaha yang membangun kekayaannya dari industri majalah dewasa tersebut.

“Tuduhan yang sangat mengkhawatirkan ini harus ditangani dengan tingkat keseriusan yang paling tinggi dan diinvestigasi secara tuntas oleh otoritas terkait. Para korban juga harus diberikan dukungan penuh yang mereka butuhkan,” tegas juru bicara Pemerintah UK dalam pernyataan resminya, Selasa (09/06/2026).

Laporan yang pecah di media Inggris pada Senin kemarin memuat kesaksian dari tujuh orang wanita yang menuduh Sullivan melakukan tindakan eksploitasi seksual yang manipulatif. Dugaan pelecehan terjadi pada medio 1980-an hingga 1990-an, saat Sullivan masih menjadi pemilik surat kabar taboid Inggris, Daily Sport dan Sunday Sport.

Para korban mengklaim bahwa Sullivan menggunakan kekuasaannya untuk menekan para model muda atau remaja putri yang baru merintis karier di usia akhir belasan hingga awal 20 tahun.

Kepolisian Metropolitan London (Met Police) mengonfirmasi bahwa detektif spesialis mereka tengah mengusut laporan resmi terkait dugaan pengambilan gambar tidak senonoh (indecent images) serta eksploitasi seksual di lokasi sekitar London dan Essex.

Bantahan Sullivan: Media Terlalu Sensasional

Berbicara sesaat sebelum laporan investigasi tersebut meledak ke publik, David Sullivan secara tegas membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia berdalih bahwa klaim-klaim negatif tersebut adalah risiko yang tidak bisa dihindarinya karena latar belakang bisnisnya.

“Tuduhan palsu yang diarahkan kepada saya telah didramatisasi (sensationalised) oleh media. Setelah seumur hidup membangun bisnis di industri dewasa, di mana saya telah bertemu dengan ribuan wanita, sangat disayangkan namun tak terhindarkan bahwa sejumlah kecil klaim perilaku tidak patut seperti ini akhirnya muncul. Saya membantah keras klaim ini,” ujar Sullivan.

Ia menambahkan bahwa keputusan mundur dari kursi direksi West Ham terasa “sangat menyakitkan,” namun harus dilakukan demi rasa cinta, hormat, dan tanggung jawabnya agar badai kasus pribadinya tidak mengganggu fokus klub dan para suporter.

Skandal ini langsung memicu efek berantai yang merembet ke institusi media terbesar Inggris, BBC. Program investigasi Panorama menuduh Tony Livesey—mantan Pemimpin Redaksi Daily Sport yang kini menjadi presenter top di BBC Radio 5 Live—ikut memfasilitasi pertemuan antara Sullivan dan salah satu korban.

Atas temuan tersebut, BBC langsung menggelar investigasi internal secara serius. Di sisi lain, Tony Livesey yang membantah keterlibatannya, telah meminta izin untuk dinonaktifkan sementara dari udara.

Tak hanya itu, Regulator Sepak Bola Independen Inggris (IFR) juga langsung melayangkan panggilan darurat kepada manajemen West Ham United.

“Kami akan menggunakan kewenangan hukum kami untuk meminta informasi mendesak dari David Sullivan terkait kelayakannya berada di bawah rezim pemilik, direktur, dan eksekutif senior klub sepak bola,” tulis pernyataan resmi IFR.

Krisis Bertubi-tubi di London Stadium

Kasus kriminal ini menjadi pukulan telak berikutnya bagi West Ham United. Klub London Timur tersebut baru saja mengalami nasib tragis setelah resmi terdegradasi dari kasta tertinggi Premier League pada bulan lalu.

Tokoh Kunci Era Manajemen LamaStatus Saat Ini (Per Juni 2026)
David SullivanMundur dari jabatan pimpinan, namun masih memegang saham mayoritas klub.
David GoldMeninggal dunia pada tahun 2023 di usia 86 tahun.
Karren BradyResmi mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua pada April lalu.

Sebelum skandal seks ini mencuat, trio manajemen Sullivan-Gold-Brady sebenarnya sudah sering menjadi sasaran gelombang protes besar-besaran dari para suporter garis keras West Ham, terutama sejak keputusan kontroversial mereka memindahkan markas klub dari Stadion Upton Park yang bersejarah ke Stadion Olimpiade (London Stadium) pada 2016.

Dengan mundurnya Sullivan, pebisnis asal Republik Ceko, Daniel Kretinsky, yang saat ini memiliki 27 persen saham dikabarkan siap bergerak cepat untuk mengambil alih kendali penuh kepemilikan saham mayoritas The Hammers.

Back to top button