Moron

Selebgram Woodyrman Pukul Turis Brunei hingga Tewas

Berawal dari senggolan sepele di kawasan Blok M, ego selebgram dengan 250 ribu follower ini berujung petaka. Siapa sebenarnya Woodyrman, dan mengapa ia tega menghabisi nyawa seorang turis asing?

WWW.JERNIH.CO –  Sebuah insiden kekerasan fatal terjadi di salah satu sudut keramaian Blok M, melibatkan seorang influencer atau selebgram lokal bernama Woodyrman. Kasus ini langsung menyita perhatian publik setelah korban—yang diketahui merupakan seorang warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam—dinyatakan meninggal dunia akibat penganiayaan tersebut.

Bagi sebagian netizen, nama Woodyrman mungkin sudah tidak asing lagi. Ia dikenal melalui konten-konten bertema gaya hidup, komedi situasi, serta interaksi sosial di jalanan Jakarta.

Sebelum kasus ini mencuat, Woodyrman memiliki basis penggemar yang cukup solid dengan total pengikut  mencapai lebih dari 250.000 pengikut di akun utamanya. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu mikro-influencer yang cukup berpengaruh dan kerap menerima kerja sama endorsement dari berbagai produk lokal.

Tragedi berdarah ini berlangsung di kawasan komersial Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan hasil penyelidikan awal kepolisian, peristiwa bermula pada malam hari ketika kondisi kawasan tersebut sedang ramai pengunjung.

Korban, seorang pria asal Brunei Darussalam yang sedang berlibur di Jakarta, saat itu sedang berjalan kaki di sekitar area kuliner Blok M. Di saat yang sama, Woodyrman berada di lokasi yang sama bersama beberapa rekannya. Pertemuan yang awalnya biasa saja tersebut berubah menjadi ketegangan fisik dalam waktu singkat.

Woodyrman secara brutal melayangkan pukulan keras ke arah wajah dan kepala korban. Akibat hantaman tersebut, korban langsung tersungkur ke aspal dan sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh warga dan aparat yang berada di sekitar TKP, nyawa turis Brunei tersebut tidak tertolong. Pihak medis menyatakan korban meninggal dunia akibat trauma berat di bagian kepala.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh pihak kepolisian, motif pemukulan ini dipicu oleh kesalahpahaman sepele dan ego yang tersulut (cekcok mulut). Disebutkan bahwa sebelum pemukulan terjadi, sempat ada senggolan tidak sengaja antara korban dan Woodyrman di tengah kerumunan.

Menurut keterangan polisi,  “tersangka merasa tidak terima dengan respons korban setelah tidak sengaja bersenggolan. Terjadi adu mulut singkat, hingga akhirnya tersangka yang tersulut emosi langsung melakukan tindakan kekerasan fisik.”

Sifat arogan dan ketidakmampuan mengontrol emosi di ruang publik disinyalir menjadi alasan utama mengapa perselisihan kecil tersebut berakhir menjadi pembunuhan.

Netizen sangat menyayangkan tindakan Woodyrman, mengingat statusnya sebagai figur publik yang seharusnya memberikan contoh baik, bukan justru mencoreng nama baik Indonesia di mata wisatawan asing.

Saat ini, Woodyrman telah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini secara transparan, terlebih kasus ini melibatkan warga negara asing yang dapat berdampak pada hubungan diplomatik.

Woodyrman terancam dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. Sementara itu, akun media sosial miliknya langsung dibanjiri hujatan dari netizen yang mengecam aksi brutal tersebut.(*)

BACA JUGA: Ini Kronologi Kasus Selebgram Lisa dan Ridwan

Back to top button