IHSG Tembus Rekor Tertinggi 8.025, Pengaruh Reshuffle Kabinet?

JERNIH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level psikologis 8.000 pada perdagangan hari ini didorong spekulasi pasar di tengah reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. IHSG ditutup menguat 0,85 persen ke 8.025 pada Rabu (17/9/2025).
Sempat tertekan aksi jual, rentang level IHSG hari ini berada di 7.940 – 8.025. Sebanyak 380 saham menguat, 335 turun, dan 241 lainnya stagnan. Nilai transaksi menyentuh Rp18,10 triliun, dengan volume 39,42 miliar lembar saham.
LQ45 naik 1,03 persen ke 807,07, IDX30 menanjak 1,05 persen, JII naik 1,06 persen. Sektor penopang indeks datang dari teknologi, dan industri masing-masing tumbuh di kisaran 2 persen. Ini disusul kesehatan, dan konsumer nonsiklikal naik di atas 1 persen.
Saham pemimpin top gainers dalam konstituen LQ45 adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 6,90 persen ke Rp2.480, PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 5,56 persen ke Rp2.280, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 4,15 persen ke Rp2.760.
Philips Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya mengemukakan, penguatan IHSG ini karena respon investor dari Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 4,75 persen.
“Ini menandakan penurunan suku bunga selama tiga bulan beruntun dan bertolak belakang dengan ekspektasi pasar bahwa BI Rate akan dipertahankan di 5,0 persen. Ini adalah penurunan ke enam sejak bulan September 2024 sehingga membawa BI Rate turun ke level terendah sejak Oktober 2022,” tulis Philips Sekuritas Indonesia seperti dikutip, Rabu (17/9/2025).
Selain itu, penguatan IHSG menurut Philips Sekuritas Indonesia karena ekspetasi investor yang mengharapkan pemangkasan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve). “Indeks saham sudah bergerak naik mencapai level tertingginya di dorong akan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengumumkan serangkaian penurunan suku bunga untuk menopang perekonomian AS,” tulis Philips Sekuritas Indonesia.






