Politeia

Menteri Agama dari Militer Oke Oke Saja, Asalkan Mampu Pimpin Kemenag RI

JAKARTA – Keputusan Presiden Joko Widodo dalam menentukan para menteri yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan, tentunya mengundang pro dan kontra. Salah satunya, keputusan Joko Widodo untuk mengangkat Fachrul Razi sebagai menteri agama di kabinetnya, yang berlatar belakang militer.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, menyebut banyak kiai protes ke pihaknya karena Presiden Joko Widodo memilih Fachrul Razi sebagai menteri agama. Para kiai, kata Robikin, tak bisa mengerti cara pikir Joko Widodo yang memilih menteri agama bukan dari kalangan agamawan, melainkan militer.

“Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” katanya seperti dikutip Situs CNN Indonesia.

Sementara itu, menanggapi protes atas ketidaksetujuan kalangan kiai dan ulama terhadap keputusan presiden Joko Widodo, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, angkat bicara. Secara prinsip, ia tak mempersoalkan penunjukan Fachrul Razi sebagai menteri agama oleh Presiden Joko Widodo karena latar belakang militer.

Saleh menilai sosok yang pantas untuk mengisi kursi menteri agama bukan hanya dilihat dari kemampuannya menguasai pemahaman keagamaan. Ia mengatakan menteri agama seharusnya diisi oleh sosok yang mampu mengatur birokrasi kementerian agama sesuai visi dan misi presiden.

“Itu kan bukan kementerian kiai dan ulama, tapi kementerian agama. Untuk mengatur bagaimana proses melaksanakan ajaran agama masing-masing di Indonesia. Jadi enggak ada masalah [dari militer], oke-oke saja,” kata Saleh di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (25/10).

Saleh juga optimistis Fachrul akan berhasil membawa Kementerian Agama ketika menjabat. Ia pun mengatakan beberapa menteri agama terdahulu yang memiliki latar belakang militer terbilang sukses dan meniliki inovasi saat menjabat seperti Laksamana Muda (Purn) Tarmidzi Taher yang pernah menjabat sebagai menteri agama RI periode 1993-1998.

Kala itu, Tarmidzi Taher berhasil menemukan inovasi program bernama Siskohad (Sistem Komputerisasi Haji Indonesia) bagi para jamaah haji yang hingga kini masih digunakan untuk mengelola keberangkatan haji.

“Itu awalnya dikerjakan beliau (Tarmidzi Taher) dan sampai sekarang masih dipakai. Nah ini jadi tergantung orangnya. Jadi, tidak apa-apa bila saja menteri agama diisi oleh kalangan berlatar belakang militer juga, karena yang terpenting ialah mampu memimpin kementerian agama di Indonesia menemukan inovasi program.”

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close