POTPOURRI

Alianse BEM Se-Indonesia Demo Hari Ini Bakal Tuntut 5 Hal

Digalang oleh BEM UI, ribuan mahasiswa dijadwalkan turun Jumat ini, menuntut lima hal yang selam aini jadi polemik dan kegerahan di masyarakat. Apa saja?

WWW.JERNIH.CO –  Gelombang pergerakan mahasiswa  akan kembali memadati jantung ibu kota. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa se-UI menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Mengusung tajuk yang cukup provokatif, “#IndonesiaMenujuBangkrut”, aksi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa berjaket kuning ini membawa lima tuntutan krusial langsung kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan (Athof), menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai kian mencekik rakyat kecil. Menurut mahasiswa, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya terlihat indah di atas kertas atau dalam laporan statistik pemerintah.

“Di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, dan rakyat sekarat dihajar pajak. Sementara pemerintah sibuk memoles citra,” ujar Athof dalam pernyataan resminya.

Kekecewaan ini diperparah oleh anjloknya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.984 per dollar AS, yang berimbas langsung pada lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax (naik menjadi Rp16.250 per liter).

Mahasiswa menilai kebijakan fiskal pemerintah terlalu membebani masyarakat di tengah sempitnya lapangan pekerjaan dan mandeknya mobilitas sosial.

Berdasarkan hasil konsolidasi internal dan matang dari seluruh fakultas di UI, berikut adalah 5 tuntutan utama yang digelorakan dalam aksi tersebut:

Stop Pemborosan APBN

Mendesak pemerintah untuk merasionalkan anggaran dan menghentikan pengeluaran anggaran negara yang dinilai tidak mendesak serta minim urgensi bagi kesejahteraan publik.

Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM

Menuntut intervensi nyata dari pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pangan pokok serta mengkaji ulang kenaikan harga BBM yang memicu inflasi di berbagai sektor.

Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Mahasiswa menilai program andalan pemerintah ini tidak realistis di tengah keterbatasan ruang fiskal negara, bahkan beberapa dapur uji coba dilaporkan sempat mandek akibat kendala pencairan dana.

Hentikan Militerisme di Ranah Sipil

Menyoroti penempatan personel aktif atau pengaruh militer berlebih dalam ruang-ruang birokrasi dan urusan domestik publik sipil yang dinilai mencederai semangat reformasi.

Mendesak Presiden Prabowo Berhenti Mengelak dan Mengakui Kesalahan Pemerintah

Menuntut transparansi, pertanggungjawaban terbuka, serta sikap ksatria dari kepala negara atas kegagalan kebijakan ekonomi dan sosial yang terjadi saat ini.

Gerakan yang diinisiasi oleh BEM UI ini meletup. Sebelum turun ke jalan, BEM UI telah menggelar forum konsolidasi nasional yang melibatkan berbagai simpul pergerakan kampus, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Sejumlah kampus besar terpantau merapatkan barisan dan mengirimkan perwakilannya ke Bundaran HI. Di antaranya adalah BEM IPB University, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UPN Veteran Jakarta, dan Universitas Pancasila. Aliansi ini juga mendapatkan dukungan dari organisasi masyarakat sipil seperti Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Sementara itu, jaringan BEM di luar Jakarta—seperti aliansi BEM di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera—dikabarkan tengah melakukan konsolidasi lokal di daerah masing-masing. Sebagian besar dari mereka menunjukkan sinyal solidaritas yang sama, mengingat isu kenaikan harga bahan pokok dan BBM merupakan persoalan sistemik yang dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.(*)

BACA JUGA: BEM SI Berencana Gelar Aksi Bertepatan Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf

Back to top button