POTPOURRI

Bantah Pernyataan Presiden Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Tak Punya Senjata Nuklir

Kedutaan Besar Iran di Jakarta melayangkan klarifikasi resmi atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait isu senjata nuklir di Timur Tengah. Tehran menegaskan program nuklirnya murni untuk tujuan damai, sementara dinamika siaran di Istana Negara turut menyita perhatian publik.

WWW.JERNIH.CO – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta melayangkan klarifikasi resmi menyusul pernyataan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyinggung potensi kepemilikan dan perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.

Klarifikasi tersebut menegaskan komitmen Tehran bahwa program nuklir yang mereka jalankan murni bertujuan untuk perdamaian.

Polemik ini berawal dari sambutan Presiden Prabowo Subianto saat menerima jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari 38 provinsi di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat. Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang dikhawatirkan memicu efek domino proliferasi senjata.

Prabowo menyampaikan kekhawatirannya dengan menyebutkan adanya anggapan bahwa Iran telah memiliki senjata nuklir, yang kemudian memicu keinginan negara-negara tetangga seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Mesir untuk memiliki kapabilitas serupa demi menjaga keseimbangan kekuatan regional.

Merespons pernyataan tersebut, Kedutaan Besar Iran di Indonesia melalui akun resminya secara tegas membantah tuduhan kepemilikan maupun ambisi pengembangan senjata pemusnah massal. Pihak Kedubes menyampaikan empat poin utama klarifikasi, yaitu penegasan komitmen non-proliferasi di mana Iran tidak pernah dan tidak berencana mengembangkan senjata nuklir, serta penekanan bahwa seluruh aktivitas nuklir mereka berjalan sesuai hukum internasional di bawah kerangka Non-Proliferation Treaty (NPT) untuk kebutuhan energi, kesehatan, dan sains.

Selain itu, Iran memastikan seluruh fasilitasnya berada di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta dilandasi oleh fatwa keagamaan Pemimpin Tertinggi Iran yang secara haram melarang pengembangan dan penggunaan senjata nuklir.

Pernyataan Presiden Prabowo di Istana Negara tersebut sempat menuai perhatian publik setelah tayangan siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden mendadak terputus tepat saat pembahasan isu nuklir berlangsung, sebelum akhirnya bagian rekaman tersebut disunting dari publikasi ulang.

Sejumlah pengamat geopolitik menilai bahwa kalimat yang diucapkan Prabowo merupakan bentuk pengutipan terhadap wacana politik internasional yang berkembang dan bukan klaim intelijen independen dari Pemerintah Indonesia, meski demikian kehati-hatian diplomasi tetap menjadi sorotan mengingat posisi Indonesia yang konsisten mendukung perdamaian dunia.(*)

BACA JUGA: Daya Tahan Iran Menghadapi Serangan AS–Israel: Suatu Game Changer dalam Konstelasi Global

Back to top button