POTPOURRI

Fientje Suebu Perempuan Papua Pertama Dilantik Jadi Duta Besar

Fientje percaya bahwa perempuan Indonesia dan khususnya perempuan Papua dapat menjadi agen perubahan di bidangnya masing-masing.

JERNIH-Fientje Maritje Suebu hari ini (Rabu (12/1/2022) dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue.

Fientje Maritje Suebu mencatat sejarah baru sebagai perempuan pertama asal Papua yang mendapat kepercayaan pemerintah menjabat duta besar.

Perempuan kelahiran Sentani ini telah mengabdi di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) selama 31 tahun. Ia mulai bekerja di Kemenlu setelah menempuh pendidikan di Sekolah Dinas Luar Negeri.

Selama bertugas di Kemenlu, Fientje pernah menjabat Wakil Kepala Perwakilan di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk India.

Kini Fientje menggantikan posisi politikus Partai Golkar Tanthowi Yahya. Mantan presenter kondang itu telah menjabat sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue sejak 2017.

Bersama dua duta besar lainnya, Fientje berjanji akan setia terhadap segala perintah dan petunjuk pemerintah pusat. Mereka juga berjanji memenuhi segala tanggung jawab selama menjabat di negara sahabat.

“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya untuk diangkat menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Jokowi diikuti tiga duta besar, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Suami Fientje adalah Pendeta Philpus Sarwom. Mereka memiliki tiga orang anak. Karir Fientje didukung oleh sang suami yang memilih tinggal di Jakarta dengan tiga anaknya agar bisa menyelesaikan pendidikan.

Menurut Fientje, tidak mudah menjalani peran sebagai seorang ibu dan diplomat, namun Fientje ingin menunjukkan bahwa orang Papua mampu berdaya seperti yang lainnya. Fientje percaya bahwa perempuan Indonesia dan khususnya perempuan Papua dapat menjadi agen perubahan di bidangnya masing-masing. (tvl)

Check Also
Close
Back to top button