Crispy

IRGC Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon dan Markas AS, Serangan Udara Amerika Guncang 16 Kota di Iran

JERNIH — Konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat kian bergerak ke titik nadir. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan baru yang menghancurkan fasilitas infrastruktur intelijen dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, Jumat (24/7/2026).

Di saat bersamaan, Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) merilis serangan udara balasan secara masif yang menghantam sedikitnya 16 kota di kawasan Iran selama 13 malam berturut-turut.

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim bahwa pasukan mereka lewat gelombang ke-27 Operation Nasr 2 berhasil meratakan sisa bangunan pusat data (data center) milik perusahaan teknologi AS, Amazon. Teheran menuduh fasilitas data tersebut digunakan secara aktif sebagai tulang punggung intelijen militer AS di kawasan.

Selain pusat data, IRGC juga meluncurkan armada drone tempur canggih sekelas ultra-heavy untuk menggempur Pangkalan Militer AS Ali Al-Salem. Serangan tersebut diklaim memicu ledakan beruntun yang menghancurkan gudang amunisi utama serta merusak sembilan struktur barak prajurit.

IRGC turut menuduh Washington secara sengaja menutupi jumlah riil korban jiwa di pihak militer AS demi menjaga opini publik. “Pemerintah AS berbohong kepada rakyatnya sendiri dengan mengklaim korban tewas di bawah 20 orang. Padahal, evakuasi harian menggunakan pesawat medis menuju rumah sakit militer AS di Jerman menjadi bukti telanjang bahwa ratusan prajurit mereka tewas dan luka-luka selama lima bulan peperangan ini,” tegas IRGC dalam rilis resminya.

Sementara itu dari pihak Amerika Serikat, CENTCOM mengonfirmasi peluncuran gelombang pemboman baru yang menyasar kapabilitas militer Iran serta situs yang dinilai mengancam jalur pelayaran komersial.

Laporan media lokal dan jaringan Al Mayadeen mencatat rentetan ledakan mengguncang sedikitnya 16 kota strategis Iran, meliputi Bandar Abbas, Pelabuhan Jask, Pelabuhan Konarak, Ahvaz, Khorramabad, hingga Pulau Qeshm.

Serangan tersebut berdampak langsung pada area pemukiman dan infrastruktur sipil. Di Provinsi Hormozgan, sejumlah warga sipil dilaporkan luka-luka akibat gempuran di Pelabuhan Bandar Abbas, yang sempat memicu pemadaman listrik total. Sementara di Provinsi Khuzestan, dewan Provinsi mengonfirmasi sedikitnya 4 orang tewas dan 5 lainnya luka-luka dalam serangan di sekitar wilayah Ahvaz.

Sistem pertahanan udara di ibu kota Teheran dilaporkan aktif meredam ancaman, sementara IRGC mengklaim berhasil mendaratkan dan menghancurkan satu rudal jelajah Tomahawk milik AS di udara kota Kahnuj, Provinsi Kerman.

Back to top button