Ini Alasan Kafe di Turki Batasi Akses Wi-Fi bagi Pengunjung

Kebijakan dilakukan dengan alasan meningkatnya biaya operasional, termasuk sewa, gaji karyawan, dan biaya energi, serta keinginan untuk meningkatkan perputaran pelanggan selama periode sibuk.
JERNIH-Sejak bulan lalu, sejumlah kafe di Istanbul dan Ankara, Turki mulai menerapkan pembatasan penggunaan laptop, akses Wi-Fi, dan stopkontak listrik dan mengenakan biaya kepada pelanggan untuk penggunaan stopkontak listrik, dan memberlakukan persyaratan pengeluaran minimum bagi mereka yang duduk dalam waktu lama.
Menurut pengelola kafe, kebijakan dilakukan dengan alasan meningkatnya biaya operasional, termasuk sewa, gaji karyawan, dan biaya energi, serta keinginan untuk meningkatkan perputaran pelanggan selama periode sibuk, sebagaimana dilansir Daily Sabah beberapa waktu lalu.
Kebijakan pembatasan penggunaan laptop, akses Wi-Fi, dan stopkontak listrik tersebut memicu keluhan dari mahasiswa, pekerja lepas dan pekerja jarak jauh.
Banyak pelanggan menilai pembatasan tersebut membuat kafe kurang mudah diakses untuk belajar dan bekerja jarak jauh.
Seorang pelanggan yang mengunjungi sebuah kafe di Distrik Üsküdar Istanbul mengeluhkan saat seorang pelayan mendekati meja dan memberi tahu larangan penggunaan laptop atau tablet.
Sementara pengunjung kafe lain di lingkungan Incek Ankara menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke kafe namun staf kafe memberi tahu mereka, penggunaan laptop dilarang pada akhir pekan dan menunjuk ke stiker di meja yang menjelaskan aturan tersebut.
Beberapa kafe pada umumnya memberi akses Wi-Fi dengan batasan waktu. Dalam sistem ini, pelanggan menerima kata sandi yang tercetak pada struk mereka yang berlaku untuk jangka waktu terbatas, seringkali sekitar 90 menit, setelah itu mereka secara otomatis terputus dari jaringan.
Kafe lain mewajibkan pelanggan untuk memesan ulang setiap dua jam, menetapkan ambang batas pengeluaran minimum, dan membatasi akses ke stopkontak.(tvl)





