Setetes Embun: Membuka Selubung Diri

Melalui warta para malaikat, Tuhan membuka selubung diri Yesus sehingga mereka pergi mencari Dia
Penulis: . Kimy Ndelo, CSsR
JERNIH-Sebuah penelitian pernah dibuat pada anak-anak sekolah untuk mengetahui mengapa banyak anak suka sekali membaca buku Harry Potter atau menonton filmnya. Jawabannya hampir seragam: Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya!!

Ada rasa penasaran dan ingin tahu yang menggoda. Hal yang sama berlaku untuk film-film lain seperti James Bond atau Star Wars. Tentu ini tidak berlaku untuk sinetron televisi yang sejak awal sudah bisa ditebak endingnya seperti apa!
***
Rasa penasaran ini memang abadi. Hal yang persis sama juga dirasakan oleh para Magi. Ada ragam komentar tentang siapa mereka. Mereka disebut para ahli perbintangan. Mereka juga dianggap kelompok imam pelayan raja Persia yang mempunyai keahlian menafsirkan mimpi dan membaca pergerakan bintang. Mereka juga dikategorikan sebagai orang bijak.
Kitab Suci menyebut mereka “Magoi”, tunggalnya Magi. Magi adalah sejenis kebijaksanaan di daerah Timur Tengah. Mungkin itulah yang menjadi asal-usul kata “magis”. Kalau orang mengatakan “kata-kata magis”, yang dimaksud sesungguhnya adalah kata-kata bijak.
Siapa pun mereka, jelas mereka bukan orang sembarangan. Mereka penasaran melihat dan membaca tanda pada sebuah bintang: seorang Raja baru lahir. Dari situ muncullah rasa penasaran; siapakah dia? Mereka ingin tahu dan melihatnya secara langsung. Kebijaksanaan menuntun mereka ke Betlehem untuk mencari dan melihatnya sendiri.
Dan ternyata bayi raja itu adalah Yesus yang disebut IM-MANU-EL atau Emanuel.
Hal ini dilukiskan oleh nabi Yesaya ketika memberi penghiburan kepada bangsa Israel di pembuangan;
“Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” (Yes 60,3).
##
Epifania adalah pesta tertua dalam Gereja setelah Hari Raya Kebangkitan Yesus. Sejak abad kedua di Asia Kecil dan Mesir sudah ada perayaan Epifania. Saat itu kelahiran dan pembaptisan Yesus dirayakan bersamaan, karena itulah saat Yesus menyatakan diri kepada dunia; melalui kunjungan para Magis yang mewakili orang-orang non beriman dan saat dimana Allah dan Roh Kudus menyatakan siapa Yesus pada saat pembaptisan.
Kata kunci untuk perayaan Epifania adalah “membuka selubung diri”. Melalui para nabi Tuhan menunjukkan diri-Nya walau jarang dipahami. Melalui warta para malaikat, Tuhan membuka selubung diri Yesus sehingga mereka pergi mencari Dia. Melalui para Magis demikian halnya. Bahkan seterusnya dalam pembaptisan Yesus, Allah juga menyatakan siapa Yesus. Yesus sendiri menyatakan siapa diri-Nya dalam perkawinan di Kana.
Begitulah seterusnya dalam kisah Injil dan kisah kesaksian para murid, berulangkali Yesus membuka selubung atau misteri diri-Nya sendiri. Sampai saat ini dalam banyak peristiwa hidup kita, Yesus membuka misteri diri-Nya.
Pertanyaan kita: masihkah pribadi Yesus membuat kita penarasan untuk semakin mengenal dan mencintai Dia?
Perlu ruang kosong sekaligus rasa ingin tahu agar diisi dan dipenuhi oleh misteri pribadi Yesus. Rasa ingin tahu dan rasa penasaran akan Yesus adalah pintu yang terbuka untuk semakin mengenal dan mencintai Dia.
(SETETES EMBUN, by P. Kimy Ndelo CSsR; ditulis di Biara Taman Bougenville, Jatibening Bekasi, Jawa Barat)






