POTPOURRI

Usut Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Terjunkan “Tim 9” Bertabur Alumni KPK

Di bawah komando langsung Jaksa Agung, dibentuk “Tim 9” yang diisi para jaksa senior berdarah dingin eks penyidik KPK. Siapa saja mereka dan bagaimana rekam jejaknya? Simak profil lengkapnya di sini.

WWW.JERNIH.CO – ​ Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi membentuk tim khusus yang dikenal sebagai “Tim 9” untuk mengusut kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Pembentukan tim independen ini dilakukan setelah Kejagung menerbitkan tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru menyusul pelimpahan berkas perkara dari pihak Kepolisian (Polri). 

Secara struktural, karena kasus ini melibatkan mantan pejabat tinggi Kejaksaan dan ditangani melalui kedeputian khusus di internal korps adhyaksa, Tim 9 berada langsung di bawah kendali dan komando Jaksa Agung ST Burhanuddin, dengan koordinasi teknis penanganan perkara yang diawasi ketat secara eksternal oleh Komisi Kejaksaan (Komjak).

Menariknya, komposisi Tim 9 ini didominasi oleh para jaksa senior yang memiliki rekam jejak mentereng di bidang pemberantasan korupsi, di mana mayoritas dari mereka merupakan alumni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Agus Salim 

Jabatan saat ini Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).   Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan dan Kajati Sulawesi Tengah. Ia merupakan salah satu jaksa senior korps adhyaksa yang pernah lama ditugaskan sebagai penyidik/jaksa di KPK. 

Muhibuddin 

Ia adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut).  Sebelum memimpin Kejati Sumut, ia menjabat sebagai Kajati Sumatera Barat. Saat bertugas di KPK, ia memegang posisi strategis sebagai Koordinator Bidang Pelacakan Aset dan Eksekusi, sebuah keahlian yang sangat dibutuhkan untuk mengusut TPPU. Ia juga pernah menjadi Atase Kejaksaan di KBRI Riyadh. 

Chatarina Muliana Girsang 

Perempuan ini adalah Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Aset pada Badan Pemulihan Aset Kejagung.  Merupakan tokoh hukum yang sangat berpengalaman. Selain berkarier di Kejaksaan, ia pernah menjabat sebagai Biro Hukum di KPK, Staf Ahli Mendikbudristek, hingga Plt. Dirjen Dikti. Keahlian utamanya adalah pelacakan dan pemulihan aset negara yang dikorupsi.

Riyono 

Sekarang sebagai Inspektur Keuangan I pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).  Pernah menduduki posisi puncak daerah sebagai Kajati Gorontalo dan Kajati Bangka Belitung. Riyono juga merupakan alumni KPK yang pernah menangani berbagai kasus korupsi besar saat menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejati Jawa Barat. 

Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol

Posisi sekarang sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Sesjampidum).  Merupakan jaksa senior yang kaya pengalaman struktural. Pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Tenggara Barat (NTB) dan memiliki rekam jejak panjang dalam penuntutan kasus-kasus pidana berdimensi luas.

Irene Putrie 

Ia adalah Direktur Pertimbangan Hukum pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).  Pengalaman menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) di KPK selama 10 tahun. Namanya mencuat saat menjadi Ketua Tim JPU KPK yang menyidangkan kasus korupsi megaproyek e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Irene juga pernah ditunjuk memimpin Tim Pencarian DPO korupsi di luar negeri. 

Rinaldi Umar 

Rnaldi adalah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Banten.  Ia merupakan satu dari dua anggota tim yang murni meniti karier di Kejaksaan (bukan alumni KPK). Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gunungkidul dan bertugas menjadi Atase Hukum di KBRI Riyadh selama lebih dari 3 tahun.  

Zet Tadung Allo 

Saat ini menjabat Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil).  Zet adalah lulusan Doktoral Hukum Universitas Hasanuddin yang pernah menjabat sebagai Kajati Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Wakajati Sulawesi Selatan. Saat bertugas di KPK dulu, ia kerap memegang kasus korupsi kepala daerah dan penyuapan korporasi. 

Hari Wibowo 

Menjabat Direktur A (Ideologi, Politik, Pertahanan, dan Keamanan) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).  Bersama Rinaldi, Hari Wibowo adalah jaksa non-KPK di tim ini yang memiliki keunggulan kuat di bidang intelijen penegakan hukum. Pernah menjabat sebagai Kajari Jakarta Pusat, ia dikenal piawai dalam memetakan jaringan kasus kompleks dan koordinasi antarlembaga.(*)

BACA JUGA: Jampidsus Febrie Adriansyah Bantah Isu Penggeledahan Polri Terkait Blackout PLN

Back to top button