Alarm Punahnya Kaum Pria? Kromosom Y Perlahan Memudar, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Mencegahnya

- Isu memudarnya kromosom Y ini sering kali disalahpahami sebagai ‘punahnya kaum pria’, padahal ini adalah alarm biologis tentang penuaan dan proteksi tubuh.
- Dunia medis kini sedang menguji beberapa obat paru-paru untuk mencegah kerusakan jantung akibat LOY.
JERNIH – Para ilmuwan dunia baru saja membunyikan alarm keras bagi kaum pria: kromosom Y, yang selama ini menjadi simbol biologis maskulinitas, dilaporkan perlahan-lahan sedang menyusut dan memudar.
Jika kromosom X membawa sekitar 900 gen penopang kehidupan, kromosom Y adalah “kurcaci” kecil yang hanya membawa sekitar 55 gen vital. Studi genetik terbaru yang dirilis dalam jurnal Cell memperkirakan bahwa jika tren penurunan ini terus berlanjut, kromosom Y bisa punah total dalam waktu 11 juta tahun ke depan.
Meskipun kepunahan total itu terdengar masih sangat jauh, efek dari memudarnya kromosom Y ternyata sudah mulai dirasakan oleh para pria masa kini di dalam tubuh mereka, khususnya terkait penuaan dini dan risiko penyakit kritis.
Penelitian jangka panjang di Swedia terhadap lebih dari 1.100 pria lanjut usia mengungkapkan fenomena yang mengejutkan. Memasuki usia 50 tahun, sel sumsum tulang pria mulai sering “salah menempatkan” kromosom Y selama proses pembelahan sel.
Saat seorang pria menginjak usia 80 tahun, sekitar 4 dari 10 pria akan kehilangan sejumlah besar kromosom Y pada sel darah mereka—sebuah kondisi medis yang dikenal sebagai LOY (Loss of Y Mosaicism).
Dampaknya tidak main-main. Pria yang memiliki kondisi LOY tinggi tercatat memiliki angka harapan hidup rata-rata 5,5 tahun lebih pendek dibandingkan pria dengan kondisi kromosom normal. Kehilangan kompas genetik ini dikaitkan erat dengan melonjaknya risiko serangan jantung dan gagal jantung akut, penyakit degeneratif otak seperti Alzheimer serta pertumbuhan sel kanker tertentu yang lebih agresif.
Di dalam kromosom Y, terdapat satu gen krusial bernama UTY yang bertugas sebagai dirigen atau pengatur sistem kekebalan tubuh pria. Ketika gen UTY ini ikut lenyap bersama memudarnya kromosom Y, sistem imun pria akan mendadak pincang.
Sebagian sel imun akan menjadi lemah dan kehilangan kemampuan mendeteksi sel kanker. Sementara sebagian sel imun lainnya justru menjadi malafungsi dan memicu pembentukan jaringan parut berbahaya pada organ jantung.
Uniknya, dunia biologi selalu penuh kejutan. Uji laboratorium menunjukkan bahwa meski tumor yang kekurangan kromosom Y (terutama pada kanker kandung kemih) tumbuh jauh lebih ganas, tumor jenis ini justru merespons jauh lebih baik terhadap pengobatan kanker mutakhir yang disebut penghambat titik kontrol (checkpoint inhibitors).
Akankah Kaum Pria Ikut Punah?
Kabar baiknya: Tidak. Evolusi selalu punya cetak biru cadangan. Para ilmuwan mencontohkan beberapa spesies hewan pengerat, seperti tikus berduri Jepang, yang sudah kehilangan kromosom Y secara total namun tetap bisa melahirkan keturunan jantan yang sehat.
Pada 2022, peneliti menemukan bahwa potongan DNA di dekat gen bernama SOX9 mampu mengambil alih tugas utama kromosom Y untuk mengaktifkan perkembangan janin laki-laki. Jika suatu saat kromosom Y manusia benar-benar hilang, alam diprediksi akan memicu munculnya sistem penentu kelamin baru yang menggantikannya.
Meskipun kita tidak bisa melawan takdir evolusi jutaan tahun, kita punya kendali penuh untuk mencegah rusaknya kromosom Y di dalam tubuh saat ini. Gaya hidup modern yang buruk adalah akselerator utama rusaknya DNA.
Berikut adalah langkah nyata yang bisa dilakukan untuk memproteksi kromosom Y:
- Matikan Rokok Sekarang Juga: Paparan asap rokok terbukti secara klinis mempercepat hilangnya kromosom Y pada sel darah secara masif.
- Hindari Polusi dan Racun Lingkungan: Kurangi paparan bahan kimia berbahaya dan polusi udara yang memicu stres oksidatif pada sel sumsum tulang.
- Terapkan Gaya Hidup “Anti-Aging”: Olahraga teratur, mengonsumsi makanan padat nutrisi, dan menjaga kualitas tidur adalah tameng terbaik untuk mempertahankan integritas genetik tubuh.
Kabar baiknya, dunia medis kini sedang menguji beberapa obat paru-paru untuk mencegah kerusakan jantung akibat LOY. Bahkan, seiring majunya teknologi, dalam waktu dekat pria diprediksi bisa mendapatkan “skor kehilangan Y” (Y-loss score) saat melakukan medical check-up rutin, sama mudahnya seperti memeriksa kadar kolesterol saat ini.






