Crispy

Balas Serangan AS, Iran dengan Kekuatan Penuh Gempur Pangkalan Militer dan Kapal Perang AS di Tiga Negara

JERNIH — Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan operasi militer berskala besar yang mereka sebut sebagai “Balasan Tahap Pertama” terhadap Amerika Serikat. Menggunakan kombinasi ratusan rudal balistik, rudal jelajah, dan armada drone, Teheran secara simultan menggempur pangkalan-pangkalan militer utama serta aset angkatan laut AS yang tersebar di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Langkah ekstrem ini diambil Teheran sebagai respons instan atas agresi udara masif AS sebelumnya, yang tercatat sebagai serangan terdahsyat pasca-runtuhnya nota kesepahaman (MoU) kedua negara.

Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa unit dirgantara dan angkatan laut IRGC meluncurkan operasi kilat yang meremukkan sejumlah infrastruktur pertahanan vital milik Pentagon di kawasan Teluk.

Di Kuwait, rudal-rudal Iran menghantam sistem pertahanan udara Patriot serta memicu ledakan besar di sekitar Pangkalan Militer Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al-Salem, dan area pelabuhan setempat. Serangan drone massal melumpuhkan stasiun penerima satelit militer dan situs peringatan dini (early warning sites) milik AS di Qatar.

Unit rudal jelajah Iran sukses meledakkan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain. Lebih mengerikan lagi, rudal jelajah Iran dilaporkan berhasil menghantam langsung satu kapal perusak (destroyer) dan beberapa kapal perang AS yang sedang bersiaga di lepas pantai Bahrain.

Dampak dari serangan balasan ini memicu efek domino yang menggetarkan stabilitas regional. Sirene bahaya langsung meraung-raung di Pangkalan Victoria Bagdad dan Pangkalan Al-Harir di Erbil, Irak. Sementara di Yordania timur, sirene serangan udara memekak setelah rudal Iran terdeteksi membelah ruang udara mereka, memaksa Kedutaan Besar AS di Amman mengeluarkan dekret darurat agar seluruh warga negaranya segera masuk ke ruang bawah tanah (shelter).

Dampak Agresi AS

Sebelum Iran mengamuk, jet tempur AS meluncurkan gelombang pengeboman terbesar yang menyasar infrastruktur sipil dan transportasi di utara hingga selatan Iran. Wilayah Pelabuhan Chabahar di selatan menjadi titik yang menerima hantaman paling brutal, di mana dua dermaga maritim dan menara kontrol navigasi hancur total.

Serpihan ledakan (shrapnel) dari proyektil AS bahkan menghantam Rumah Sakit Imam Ali di Chabahar, melukai puluhan warga sipil. Rentetan ledakan juga dilaporkan mengguncang Jask, Jask, Pulau Abu Musa, hingga Provinsi Bushehr.

Di Bushehr, situasi sempat sangat menegangkan setelah proyektil AS dilaporkan jatuh dan meledak tepat di perimeter luar fasilitas reaktor nuklir Bushehr. Tak hanya itu, militer AS sengaja membom dua jembatan strategis di provinsi timur yang mengarah ke Mashhad demi mengacaukan jalur transportasi warga yang hendak menghadiri prosesi pemakaman nasional mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Laporan internal menyatakan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka akibat agresi AS tersebut.

Merespons situasi yang kian tak terkendali, Parlemen Iran menegaskan bahwa gertakan militer dari Washington tidak akan pernah mengubah arah geopolitik mereka.

“Donald Trump harus paham bahwa tindakan ceroboh apa pun di luar konteks ini hanya akan membakar seluruh kawasan. Jika agresi AS berlanjut, sekutu-sekutu kami akan bergerak serentak untuk menghancurkan seluruh kepentingan tidak sah Washington di Timur Tengah,” tegas Alaeddin Boroujerdi, anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran.

Sebagai bentuk unjuk kekuatan mutlak di jalur logistik dunia, Angkatan Laut IRGC mengeluarkan instruksi tegas yang memerintahkan seluruh kapal dagang dan tanker internasional dari seluruh dunia wajib mematuhi dan melewati rute navigasi yang telah ditentukan sepihak oleh Iran saat melintasi Selat Hormuz. Pihak Mehr News Agency juga mengimbau warga untuk tidak termakan taktik perang psikologis (psychological warfare) menyusul isu hoaks adanya kerusuhan internal di Kota Shiraz.

Back to top button