Sanus

Satu Lagi Laporan Menyebut Covid-19 Berasal dari Kebocoran Laboratorium Cina

Departemen tersebut sekarang bergabung dengan Biro Investigasi Federal (FBI) dengan keyakinan bahwa pandemi, yang telah menewaskan hampir tujuh juta orang, adalah hasil dari kecelakaan di laboratorium Cina.

JERNIH – Departemen Energi Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyimpulkan bahwa pandemi Covid-19 kemungkinan besar berasal dari kebocoran laboratorium penelitian di Cina. Namun kesimpulan ini masih belum disepakati oleh kalangan intelejen lainnya.

Kesimpulan ini tertulis dalam pembaruan dokumen milik Direktur Intelijen Nasional yang sebelumnya telah diberikan kepada anggota parlemen Gedung Putih pada Minggu (26/2/2023). Kesimpulannya, yang dilaporkan sebagai hasil intelijen baru, tetap penting karena departemen tersebut mengawasi jaringan laboratorium nasional, termasuk beberapa yang melakukan penelitian biologi tingkat lanjut.

Departemen tersebut sekarang bergabung dengan Biro Investigasi Federal (FBI) dengan keyakinan bahwa pandemi, yang telah menewaskan hampir tujuh juta orang, adalah hasil dari kecelakaan di laboratorium Cina. Sebelumnya, pada 2021, FBI menyebutkan bahwa Corona menjadi virus yang muncul akibat kebocoran dari laboratorium di negeri tirai bambu tersebut.

Kendati demikian, meski kedua departemen itu sepakat bahwa Virus Corona muncul dari kebocoran laboratorium, tetapi mereka justru membuat kesimpulan yang berbeda. “FBI menyimpulkan bahwa virus itu bocor dari laboratorium dan mengatakan hal itu dilakukan dengan ‘kepercayaan sedang’. Departemen Energi menyimpulkannya dengan ‘kepercayaan rendah’,” ujar pejabat AS dilansir dari Daily Mail UK, Senin (27/2/2023).

Di sisi lain, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan, pihaknya belum memiliki jawaban pasti terkait penyebab dari munculnya Virus Corona pada akhir 2019. Pasalnya, AS memiliki setidaknya 16 elemen intelijen yang dapat mengutarakan berbagai pandangan yang berbeda terkait penyebab pandemi Covid-19.

“Jika kami mendapatkan wawasan atau informasi lebih lanjut, kami akan membaginya dengan Kongres dan kami akan membaginya dengan masyarakat Amerika, tapi saat ini belum ada jawaban pasti dari komunitas intelijen atas pernyataan ini,” terangnya.

Empat badan intelijen AS yakin COVID-19 terjadi melalui transmisi alami, sementara dua lainnya masih belum diputuskan, Journal melaporkan. “Saat ini, belum ada jawaban pasti yang muncul dari komunitas intelijen atas pertanyaan ini,” katanya Sullivan kepada CNN, Minggu.

Teori terkait kebocoran laboratorium sebenarnya sempat ditolak sebagai konspirasi. Namun, banyaknya ilmuwan yang berpendapat bahwa virus mungkin lolos dalam salah satu penelitian di Institut Virologi Wuhan (WIV) membuat teori tersebut lambat laun mulai dipercaya. Beberapa ahli bahkan mengklaim bahwa protein yang digunakan Virus Corona untuk menginfeksi seseorang telah menunjukkan ciri khas dari rekayasa virus.

Pada pertengahan Februari, Organisasi Kesehatan Dunia berjanji untuk melakukan segala kemungkinan “sampai kami mendapatkan jawaban” tentang asal-usul COVID-19, menyangkal laporan yang menyatakan bahwa badan tersebut telah mengabaikan penyelidikannya. Komunitas ilmiah memandang penting untuk menentukan asal-usul pandemi untuk melawan atau bahkan mencegah pandemi berikutnya dengan lebih baik.

Back to top button