Spiritus

140 Ribu Umat Muslim Tembus Blokade Israel, Gelar Salat Iduladha di Masjid Al-Aqsa

JERNIH — Sekitar 140 ribu warga Palestina berhasil memadati Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki untuk melaksanakan ibadah salat Iduladha pada Rabu pagi. Pelaksanaan salat suci ini tetap berjalan masif meski di bawah kepungan ketat militer Israel dan gelombang penangkapan di sekitar area suci tersebut.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem memperkirakan jumlah jemaah yang hadir menembus angka 140 ribu orang. Momentum ini menjadi kali pertama bagi warga Palestina kembali melaksanakan salat Id di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa pasca-pecahnya perang dengan Iran.

Sebelumnya, warga dilarang total melaksanakan ibadah salat Idulfitri akibat langkah sepihak Israel yang menutup rapat masjid sejak awal meletusnya perang Israel-AS terhadap Iran pada Februari tahun lalu. Penutupan tersebut memaksa jemaah saat itu melaksanakan salat di jalan-jalan dan alun-alun yang menuju ke arah masjid.

Sejak Senin, pasukan pendudukan Israel telah dikerahkan secara masif di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem. Penjagaan super ketat ini dilakukan saat para jemaah mulai berdatangan menuju masjid melalui Gerbang Asbat (Gerbang Singa).

Sebelumnya, seruan luas telah digaungkan kepada warga Palestina di Yerusalem serta warga Palestina yang tinggal di dalam garis perbatasan Israel 1948 untuk berbondong-bondong datang dan menetap di Masjid Al-Aqsa. Langkah ini diambil guna menegaskan kembali identitas Islam dari masjid tersebut, sekaligus memperkuat eksistensi Palestina di tengah aksi penyerbuan yang terus-menerus dilakukan oleh kelompok ekstremis Israel.

Situs suci ini memang kerap diserbu oleh kelompok radikal Israel yang berambisi meruntuhkan masjid guna membangun kuil Yahudi di lokasi tersebut, di bawah pengawalan ketat militer Israel.

Meskipun situasi ibadah berlangsung khidmat, aparat keamanan Israel tetap melakukan tindakan represif di pintu-pintu masuk masjid. Pasukan Israel dilaporkan menangkap seorang wanita muda setelah melakukan penganiayaan fisik dan melepas jilbabnya secara paksa di Bab Hutta, salah satu gerbang Masjid Al-Aqsa.

Selain itu, pasukan pendudukan juga menangkap seorang jurnalis bernama Saif al-Qawasmi di dalam area Masjid Al-Aqsa. Al-Qawasmi langsung diberikan surat panggilan untuk melapor ke dinas intelijen Israel, disusul dengan sanksi larangan memasuki kompleks masjid selama satu minggu. Seorang pegawai Wakaf Islam, Firas al-Dibs, juga turut ditahan dalam operasi pembersihan tersebut.

Sementara itu di wilayah Tepi Barat yang diduduki, warga Palestina juga melaksanakan salat Iduladha di masjid-masjid dan alun-alun terbuka. Khotbah-khotbah Iduladha di kawasan ini secara khusus menyoroti kondisi memprihatinkan dan penderitaan berat yang tengah dihadapi oleh bangsa Palestina, terutama mereka yang berada di Jalur Gaza.

Khidmatnya hari raya di Tepi Barat juga dinodai oleh serangkaian penggerebekan dan invasi yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan Israel. Operasi militer tersebut meliputi penggeledahan rumah-rumah warga secara paksa serta penahanan sejumlah pemuda Palestina di berbagai lokasi.

Di dekat Hebron, Tepi Barat bagian selatan, seorang anak berusia 13 tahun dilaporkan terluka parah akibat tembakan peluru logam berlapis karet oleh pasukan Israel pada Selasa malam. Penembakan tersebut terjadi saat militer Israel melakukan serbuan brutal ke kota Bani Naim. Petugas medis dari Bulan Sabit Merah Palestina langsung mengevakuasi korban anak tersebut dan melarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Back to top button