Spiritus

Belajar dari Umar bin Khathtab, Tak Pernah Ingin Hidup Mewah

Umar adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, dan di antara para sahabat Umar termasuk sahabat yang zuhud.

PERNAH satu waktu Umar bin Khathtab  tertinggal shalat Ashar berjamaah di masjid karena ia mengurusi kebunnya. Saat itu ia menyesali perbuatannya karena terlalu terbuai oleh dunia.

Hingga akhirnya ia menyedekahkan kebun kesayangannya pada fakir miskin. Bahkan ‘Umar juga mengajarkan kesederhanaan pada keluarganya. Sampai pada suatu ketika terlihat anak perempuan yang terlihat sangat sederhana. ‘Abdullah bin Umar berkata, “Inilah perbuatanmu terlalu ketat dalam memberikan nafkah.”

Umar bin Khathtab menjawab, “Demi Allah, aku tidak ingin memberi makanan kepada anak ini dengan cara yang salah. Maka berikanlah nafkah terbaik untuknya.”

Hingga masa dimana ‘Abdullah masih kecil, ia menggunakan alas kaki dan baju yang cukup mewah. Umar bin Khathtab menegurnya dan memukulnya dengan pelan hingga ‘Abdullah menangis. Lalu Hafshah putri ‘Umar bertanya, “Wahai ayah, mengapa engkau memukulnya?”  Umar bin Khathtab menjawab, “Abdullah tampak kagum dengan apa yang ia pakai, sungguh aku menginginkan anak-anakku jauh dari kesombongan.”

Itulah sikap hati-hati Umar bin Khathtab dalam mendidik anak-anaknya dan menafkahi keluarganya. Meski dalam keadaan kelaparan ‘Umar tidak gegabah memberi nafkah dari hasil yang tidak halal.

Umar adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, dan di antara para sahabat Umar termasuk sahabat yang zuhud. Dia mengambil alih kekhalifahan Islam setelah kematian Abu Bakar Ash-Shiddiq pada tanggal 23 Agustus 634 M, bertepatan dengan tanggal 22 Jumadil Akhir tahun 13 H. [Daaruttauhiid]

Back to top button