Spiritus

Sikap Hidup Utama Manusia Pilihan

Musibah itu hadir karena suatu alasan, suatu rahasia atau hikmah, yang semuanya kembali kepada kemaslahatan hamba.

Prof Dr KH Ahmad Imam Mawardi

ADALAH Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu yang berkata: “Diam dan menunggu saat kebahagiaan tiba merupakan bagian dari ibadah yang paling mulia.” Diam menjadi ibadah karena seringkali ucapan dan komentar manusia menjadi penyebab ketaknyamanan hidup diri dan orang lain. Menunggu bahagia di saat derita adalah pekerjaan orang yang percaya dan berbaik sangka atas kebaikan Allah walau di saat dirinya sedang didera derita/musibah.

Prof Dr KH Ahmad Imam Mawardi

Apakah bicara itu tidak boleh? Tentu sangat boleh, karena diciptakannya mulut salah satunya adalah untuk berbicara. Namun yakinkan bahwa apa yang kita katakan atau bicarakan adalah sesuatu yang benar dan disampaikan secara baik. “Bicaralah yang benar dan dengan cara yang benar atau diam saja,” demikian pilihan yang ditunjukkan dan dicontohkan oleh Rasulullah yang mulia. Orang baik, ucapannya selalu punya bobot memperbaiki dan membahagiakan. Kesimpulan sebaliknya adalah benar dan berlaku pasti.

Di saat tertimpa musibah, dilarang kita untuk putus asa, karena putus asa bisa bermakna bahwa dia beranggapan Allah tidak memiliki kuasa mengubah keadaan. Padahal, selalu kita baca bahwa Allah memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu. Musibah itu hadir karena suatu alasan, suatu rahasia atau hikmah, yang semuanya kembali kepada kemaslahatan hamba. Begitu dawuh para alim ulama. Coba kita renungkan ini dan carilah bukti kebenarannya dalam sejarah.

Semua nabi dan utusan memiliki satu titik sejarah hidup yang sama: “al-faraj ba’d al-syiddah” (bahagia setelah derita). Manusia-manusia pilihan itu juga diberi ujian dan musibah. Semoga kita yang sedang ditimpa musibah juga termasuk manusia pilihan. Kadangkala, musibah adalah cara terbaik dari Allah mengajarkan kita pada kenyataan yang paling nyata bahwa kita tak punya apa-apa dan siapa-siapa kecuali ALLAH. Musibah mengajarkan kesejatian tauhid.

Selamat menikmati santapan sahur, semoga keberkahan senantiasa untuk kita. Kita saling berdoa untuk kebahagiaan bersama. Salam, A. I. Mawardi. [*]

* Founder and Director di Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya

Back to top button