keberanian
-
Solilokui

Ketika Jabatan Bukan Lagi Amanah
Kita menyaksikan kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik terus bermunculan. Kita melihat pemimpin yang gagal memberi teladan, tetapi tetap menuntut…
Read More » -
Solilokui

Terang Dalam Gelap
Kita bisa belajar dari kearifan bambu. Ia tidak menghadapi angin kencang dengan kekakuan. Ia melentur hingga menyentuh tanah, tetapi jarang…
Read More » -
Solilokui

Anak Api dan Air
Kita adalah anak-anak negeri kepulauan, tempat air jadi ibu dan tanah jadi bapak. Saat lidah ombak menciumi bibir pantai, cinta…
Read More » -
Solilokui

Dusta yang Ingin Dimediasi
Sejak awal publik yang mendukung figur-figur seperti Roy, Rismon dan Tifa—orang-orang yang masih percaya integritas harus menjadi pondasi politik—tidak meminta…
Read More » -
Solilokui

Resonansi dari Kota yang Bersemi: Dialog Fileski dengan Ananda Sukarlan
Pandangan itu, lebih dari sekadar optimisme, adalah creative attitude—suatu cara pandang yang melihat ketertinggalan bukan sebagai kutukan, melainkan sebagai ruang…
Read More » -
Solilokui

Renungan Deden Ridwan: Semesta Perempuan, dari Rahim Pesantren Menuju Denyut Perubahan
“Perempuan di pesantren sering dianggap bayangan. Ada, tapi tak diakui utuh. Padahal dari rahim pesantren lahir keberanian, muncul suluh kehidupan.…
Read More » -
Solilokui

Harusnya Anggota DPR Itu Jabatan Profetik, Bukan Buat Kaum Serakah
Di Norwegia, seorang anggota parlemen datang ke gedung legislatif dengan transportasi umum, tanpa iring-iringan mobil mewah, tanpa sirine yang minta…
Read More » -
Solilokui

Renungan Deden Ridwan: Jejak Integritas K.H. Abdul Halim, dari Majalengka ke BPUPKI
Di era kebohongan saat ini, ketika integritas sering diuji dan pengabdian tanpa pamrih terasa langka, K.H. Abdul Halim adalah oase.…
Read More » -
Solilokui

Ironi Merdeka
Bendera berkibar di halaman gedung negara, tapi mereka yang menggerakkan denyut bangsa tak pernah mendapat pengakuan. Negara memanggil rakyat bersyukur,…
Read More » -
Solilokui

Moral tak Cukup: Kami dalam Bayang-bayang Dinasti
“Tidak ada revolusi yang lebih mendesak daripada revolusi moral,” tulis Soekarno dalam salah satu pidatonya. Pertanyaannya, bagaimana “memisahkan” Prabowo dari…
Read More »









