Crispy

Alasan Donald Trump Ingin Caplok Greenland, Logam Tanah Jarang atau Perisai Golden Dome?

  • Donald Trump tahu mencaplok Greenland untuk mendapatkan logam tanah jarang tidak bisa diterima publik AS.
  • Jika menggunakan alasan keamanan, publik AS akan mendukung pencaplokan paksa Greenland.

JERNIH Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menghubungkan rencana mencaplok Greenland dengan gagasan perisai pertahanan Golden Dome. Menariknya, banyak analis menyatakan ragu sistem pertahanan rudal yang terinpisrasi Iron Dome Israel itu akan terwujud.

Iron Dome dianggap berhasil melindungi Israel dari serangan rudal Hizbullah dan Hamas, yang membuat Trump terinspirasi membuat Golden Dome untuk memblokir proyektil dan rudal antarbenua yang meluncur di udara memasuki wilayah AS.

Golden Dome kali pertama dikemukakan Trump pada Mei 2025. Saat itu ia meluncurkan rencana senilai 175 miliar dolar AS untuk membangun perisai udara dalam tiga tahun. Andrew Gawthorpe, sejarawan dan ahli kebijakan luar negeri as, mengatakan beberapa bulan kemudian Golden Dome masih tahap perencanaan.

“Golden Dome sepenuhnya masih berupa konsep,” katanya. “Mereka belum memberikan kontrak apa pun untuk benar-benar mengembangkannya.”

Gagasan Golden Dome sebetulnya bukan baru. Presiden Ronald Reagan pernah mengemukakan gagasan serupa tapi dengan nama Star Wars. Reagan dicemooh banyak orang, sampai akhirnya gagasan itu ditinggalkan.

Matthew Powell, spesialis pertahanan udar di Universitas Portsmouth, mengatakan figur utama Golden Dome adalah sistem peringatan dini berdasarkan konstelasi satelit di luar angkasa.

“Pesawat pencegat yang dirancang untuk menembak rual yang datang juga akan diluncurkan dari luar angkasa,” kata Liviu Horowitz, ahli pertahanan di Stiftung Wissenschaft und Politik.

Apakah Greenland Cocok?

Gawthorpe memperingatkan infrastruktur darat masih akan menjadi bagian perisai rudal, terutama untuk tujuan komunikasi dan menampung beberapa peluncuran pesawat pencegat.

Menurutnya, yang juga masih diperdebatkan adalah apakah Greenland benar-benar tempat yang baik untuk melakukan ini? Sebab, Pentagon telah memetakan lokasi untuk membangun infrastruktur Golden Dome, dan Greenland tidak termasuk dalam daftar.

Horowitz mencatat negara bagian New York diidentifikasi sebagai lokasi ideal untuk pangkalan pesawat pencegat Pantai Timur AS. Departemen Perang AS telah mengalokasikan 25 juta dolar untuk mengembangkan pangkalan pencegat di Fort Drum, di utara negara bagian New York, tidak jauh dari perbatasan Kanada.

Powell mengatakan Greenland memiliki keunggulan dibanding Fort Drum, karena jauh ke utara dan lebih dekat ke Rusia. Menempatkan Golden Dome di Greenland memungkinkan respon lebih cepat untuk mendeteksi dan mencegat rudal, terutama jika ditembakn dari wilayah Rusia.

Namun, masih menurut Powell, AS tidak perlu mengakuisisi Greenland == yang luasnya tiga kali lebih besar dari Texas — untuk memasang sebagian dari Golden Dome.

AS memiliki pangkalan luar angkasa di wilayah Denmark, yang disebut Pituffik, yang menampung sebagian besar jaringan sensor peringatan rudal global militer AS. Washington juga mempertahankan hak untuk memperluas kehadiran militernya.

“Perjanjian Denmark-AS 1951, yang direvisi tahun 2004, memungkinkan AS mengembangkan pangkalan Pituffik sesuai kebutuhan asalkan mendapat persetujuan Denmark dan Greenland,” kata Gawthorpe.

Pejabat AS dikabarkan telah mengalokasikan puluhan juta dolar untuk meningkatkan fasilitas berdasarkan kesepakatan dengan otoritas setempat. Setidaknya 150 tentara AS masih ditempatkan di Pituffik, bersama personel militer dan kontraktor Denmark, Greenland, dan Kanada.

Menjaga Ketidak-tahuan Denmark

Sejauh ini, Denmark bersikap akomodatif terhadap permintaan Washington mengenai Pituffik. “Kopenhagen kemungkinan besar tidak akan menentang rencana AS untuk mengembangkan pangkalan dalam konteks geopolitik saat ini,” kata Horovitz. “Terutama jika itu berarti menghindari pengambilalihan Greenland oleh AS.”

Kecuali jika AS ingin mengembangkan kehadirannya di Greenland tanpa harus berkonsultasi dengan otoritas Denmark.

“Amerika selalu sangat sensitif dalam hal berbagi teknologi militer baru,” kata Powell. “Mungkin mereka khawatir harus berbagi informasi dengan Denmark, meskipun mereka tidak perlu membahas detailnya.”

Penjelasan lain untuk keputusan Trump menggunakan Golden Dome adalah kebutuhan untuk meyakinkan publik AS yang sangat skeptis tentang kepentingan memperoleh Greenland – dengan paksa, jika perlu – dengan mengorbankan sekutu NATO, atau bahkan dengan mengorbankan aliansi secara keseluruhan.

Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada 15 Januari, hanya 17 persen warga Amerika yang mendukung ambisi presiden mereka untuk mengambil alih wilayah Denmark tersebut. Hanya 4 persen – termasuk hanya satu dari 10 Republikan – mengatakan bahwa akan menjadi “ide yang bagus” untuk melakukannya dengan paksa.

Trump menekankan argumen keamanan nasional karena keinginan mendapatkan mineral langka di wilayah tersebut kemungkinan besar tidak akan diterima oleh publik.

“Trump berharap bahwa menggambarkan akuisisi Greenland sebagai hal yang vital bagi keamanan Amerika akan membantu memenangkan opini publik,” kata Gawthorpe. “Jauh lebih mudah untuk mengatakan, ‘Kita membutuhkan Greenland untuk menjaga keamanan Chicago’ daripada mengatakan, ‘Kita membutuhkan Greenland karena memiliki mineral’.”

Back to top button