DesportareVeritas

Kejurnas Muaythai 2026 di Bekasi Bidik Rekor MURI, PBMI Genjot Pembinaan dan Standar Nasional

“Kejurnas Muaythai 2026 adalah program strategis PBMI untuk memupuk, memelihara, dan mengembangkan pembinaan atlet secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan, menuju prestasi emas di level nasional maupun internasional,” kata LaNyalla. Ajang ini juga dirancang tidak berhenti pada pertandingan. PBMI mengintegrasikan kegiatan penataran wasit, juri, dan pelatih tingkat nasional dalam satu rangkaian. Langkah itu dinilai penting untuk menyamakan standar sekaligus memperkuat fondasi teknis olahraga muaythai di Tanah Air.

JERNIH– Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) mulai tancap gas usai Musyawarah Nasional 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, 10 April lalu. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Aa LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Sekretaris Jenderal Azwan Karim, organisasi ini langsung mengunci agenda besar: Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai 2026 yang akan digelar di Bekasi, 4–9 Agustus mendatang.

Tak sekadar kejuaraan rutin, PBMI membidik capaian yang lebih ambisius. Sekitar 1.000 peserta dari 38 provinsi ditargetkan ambil bagian—angka yang diharapkan cukup untuk mencatatkan Rekor MURI. “Kejurnas Muaythai 2026 adalah program strategis PBMI untuk memupuk, memelihara, dan mengembangkan pembinaan atlet secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan, menuju prestasi emas di level nasional maupun internasional,” kata LaNyalla.

Ajang ini juga dirancang tidak berhenti pada pertandingan. PBMI mengintegrasikan kegiatan penataran wasit, juri, dan pelatih tingkat nasional dalam satu rangkaian. Langkah itu dinilai penting untuk menyamakan standar sekaligus memperkuat fondasi teknis olahraga muaythai di Tanah Air.

“Kita harus memastikan seluruh wasit, juri, dan pelatih memiliki kualifikasi sesuai standar PBMI dan International Federation of Muaythai Associations (IFMA),” kata dia.

Sebagai bagian dari persiapan, LaNyalla bersama Wakil Ketua Umum Evi Silviadi dan jajaran pengurus, termasuk Ketua Pengkot Muaythai Indonesia Bekasi Ardianto, meninjau langsung sejumlah lokasi pada Rabu (22/4/2026). Fokus utama kunjungan adalah memastikan kesiapan sarana dan prasarana.

GOR Bang Yan diproyeksikan menjadi venue utama. Gelanggang olahraga yang diresmikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada 27 September 2025 itu diambil dari nama almarhum Abdul Rosyad Irwan S, tokoh olahraga setempat yang dikenal luas dengan sapaan “Bang Yan”.

Menurut LaNyalla, penamaan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi bentuk penghormatan atas dedikasi panjang almarhum dalam membangun fondasi olahraga di Kota Bekasi. “Ini ruang pembinaan atlet sekaligus fasilitas publik yang terbuka bagi masyarakat,” kata dia.

Selain itu, rombongan juga meninjau Asrama Haji Bekasi yang akan difungsikan sebagai lokasi penataran wasit, juri, dan pelatih selama kejuaraan berlangsung.

Penunjukan Bekasi sebagai tuan rumah dinilai bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki rekam jejak prestasi yang konsisten dalam berbagai kejuaraan muaythai nasional, sekaligus menjadi salah satu basis pembinaan atlet yang berkembang.

Ketua Panitia Penyelenggara Azhar Adam mengatakan pihaknya siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan. “Kami berkomitmen menyukseskan hajat nasional ini,” kata dia.

Ia menambahkan, target rekor MURI bukan sekadar simbolik, tetapi juga cerminan dari besarnya partisipasi dan antusiasme daerah terhadap muaythai. “Kami menargetkan sekitar 1.000 peserta dari 38 provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Reyhan Mazary menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan dalam olahraga. Menurut dia, Kejurnas bukan hanya soal kompetisi, tetapi bagian dari ekosistem pembinaan jangka panjang. “Pencapaian dalam olahraga lahir dari proses yang berkelanjutan. Ajang ini adalah kontribusi nyata untuk mendukung pengembangan olahraga, khususnya di daerah,” kata dia.

Pemerintah Kota Bekasi menyambut positif penunjukan tersebut. Kejuaraan nasional ini dinilai sejalan dengan visi daerah untuk mengembangkan Bekasi sebagai sport city sekaligus pusat industri olahraga.

Dengan rangkaian agenda yang terintegrasi—kompetisi, peningkatan kualitas SDM, hingga target rekor nasional—PBMI tampak ingin memastikan Kejurnas 2026 bukan sekadar perhelatan tahunan, melainkan titik pijak baru bagi lompatan prestasi muaythai Indonesia. []

Back to top button