POTPOURRI

Genichi Mitsuhashi, Magister Ninja Pertama Di Dunia

MIE (JEPANG)—Genichi Mitsuhashi dinyatakan lulus jenjang magister (S2) jurusan Ninja dan Ninjutsu dari program Pasca Sarjana Sekolah Studi Ninja di Universitas Mie pada 2020. Ia menjadi orang pertama di dunia yang menyadang gelar ‘Master Ninja’.

The Asahi Shimbun mengabarkan pria 45 tahun yang berasal dari Ishikawa, Iga City, Prefektur Mie, Jepang, ini merampungkan S2-nya selama dua tahun. Selama itu pula, ia mengajar ilmu bela diri  ninjutsu di sebuah dojo yang terletak di rumahnya.

Tak puas dengan jenjang magister, sejak April tahun ini ia melanjutkan studinya ke jenjang doktoral. Fokus kajiannnya adalah bagaimana ninja dijadikan sebagai sumber daya regional. Jika lulus, ia akan menjadi doktor ninja pertama di dunia.

Genichi mulai tertarik pada ilmu bela diri sejak duduk bangku sekolah dengan mempelajari Kung Fu dan Shorinji Kempo. Pada usia 26, untuk suatu keperluan, ia berada di Amerika Selatan dan Afrika. Di sana ia mengalami pengalaman buruk dan bertekad untuk bisa melindungi diri sendiri. Sejak itu, ia mulai belajar Togakushi Ninjutsu di sebuah dojo bernama Bujinkan.

Master Ninja Genichi Mitsuhashi

Vice mengabarkan bahwa Yamada Yuji , dosen Sejarah Jepang sekaligus Kepala Pusat Riset Ninja Universitas Mei merasa takjub dengan keuletan Genichi.

“Kami hanya mengjarkan keterampilan dasar ninja, tetapi dia (Genichi) memperlajarinya lebih dalam lagi,” kata Yamada.

Selain mempelajari sejarah ninja, Genichi juga benar-benar mempraktikan gaya hidup ninja. Layakya ninja “beneran”,  pria 45 tahun ini menanam sayur dan padi sendiri, berlatih ninjutsu, dan mempelajari strategi perang geriliya ninja.

Karena banyaknya orang asing yang tertarik pada program ini, Yamada meluruskan bahwa program studi ini tidak benar-benar mencetak seseorang menjadi ninja. Perkuliahan hanya fokus pada pengajaran sejarah ninja.

Untuk mengambil program ini, calon mahasiswa akan menjalani tes masuk berupa ujian mengenai wawasan sejarah Jepang dan ninja.

Pada 2017, Universitas Mei mendirikan Pusat Riset Ninja. Setahun kemudian, universitas yang terletak tak jauh dari Kota Iga, Pulau Honshu, yang dikenal luas sebagai tempat kelahiran ninja ini, membuka program studi pasca sarjana ilmu ninja.

Universitas Mei memiliki seorang guru besar ninjutsu bernama Jinichi Kawakami. Pria 63 tahun ini mulai bergabung dan menjadi “profesor ninja” pada 2011 silam. Ia mengklaim diri sebagai ninja terakhir dari keluarga ninja klan Ban yang berasal dari Koga.

Ia dan muridnya Yasushi Kiyomoto, dikenal luas setelah muncul dalam buku  A Story of Life, Fate and Finding the Lost of Koka Ninjutsu in Japan karya Daniel Di Marzio yang terbit pada tahun 2008 di Jepang.

Ninja atau Shinobi yang bisa dimaknai “seseorang yang bergerak secara rahasia, tidak memiliki catatan sejarah pasti mengenai awal kelahirannya. Beberapa sumber menyebut praktik pelatihan ninja mulai ada di Jepang pada abad ke-15 seiring dengan maraknya kegiatan spionase (mata-mata) antar klan di kepulauan Dai Nippon tersebut.

Tak seperti samurai yang terikat hukum-hukum etik tertentu, ninja tak terikat hukum etik dalam menjalankan tugasnya. Mereka banyak disewa untuk melakukan kegiatan mata-mata dan menghindari pertempuran langsung.

Antara tahun 1485 dan 1581, daimyo Jepang legendaris, Oda Nobunaga, menyerang ‘kampung ninja’ di Iga dan Koga. Nobunaga membantai klan-klan ninja di sana. Yang tersisa kemudian mengabdikan diri sebagai pengawal klan Tokugawa. [ ]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close