Guncangan Politik Rumania: Pemerintahan PM Ilie Bolojan Tumbang Lewat Mosi Tidak Percaya

JERNIH – Koalisi pro-Eropa di Rumania resmi runtuh setelah parlemen meloloskan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Ilie Bolojan, Selasa (05/05/2026). Langkah ini memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis fiskal di salah satu negara anggota Uni Eropa tersebut.
Dalam pemungutan suara yang dramatis, sebanyak 281 legislator memilih untuk menjatuhkan pemerintah, sementara hanya empat orang yang menolak. Anggota parlemen dari partai pendukung Bolojan, termasuk Partai Liberal Nasional (PNL), memilih untuk tidak memberikan suara sebagai bentuk protes.
Tumbangnya pemerintahan ini merupakan hasil kerja sama antara Partai Sosial Demokrat (PSD) yang berhaluan kiri dengan partai oposisi sayap kanan jauh, Alliance for the Unity of Romanians (AUR).
Padahal, PSD sebelumnya adalah bagian dari koalisi pemerintah sebelum akhirnya menarik diri pada akhir April lalu. Perselisihan dipicu oleh kebijakan penghematan (austerity) yang diterapkan Bolojan untuk menekan defisit anggaran, yang dianggap merugikan basis pemilih PSD.
Pasar keuangan langsung bereaksi negatif terhadap ketidakpastian politik ini. Mata uang Rumania, Leu, jatuh ke rekor terendah terhadap Euro sesaat sebelum pemungutan suara dilakukan.
Para investor khawatir gejolak ini akan membuat Rumania gagal memenuhi komitmennya kepada Uni Eropa untuk memperkecil defisit anggaran, yang saat ini merupakan yang terbesar di blok tersebut.
Sebelum pemungutan suara, PM Ilie Bolojan menyebut mosi tersebut “sinis dan dibuat-buat”. Ia menegaskan bahwa kebijakan pahit yang ia ambil adalah demi menyelamatkan ekonomi negara.
“Saya mengambil posisi Perdana Menteri dengan sadar bahwa akan ada tekanan besar dan saya tidak akan menerima tepuk tangan dari warga. Tapi saya memilih melakukan apa yang mendesak bagi negara. Bisakah seseorang memberi tahu bagaimana Rumania akan berfungsi mulai besok? Apakah kalian punya rencana?” tegas Bolojan.
Presiden Nicusor Dan kini diharapkan segera memanggil partai-partai politik untuk negosiasi. Kemungkinan besar, Presiden akan mencoba membangun kembali koalisi pro-Eropa dengan menunjuk sosok baru sebagai PM, entah itu dari kader partai Liberal atau seorang teknokrat.
Bolojan akan tetap menjabat sebagai PM sementara (interim) dengan kewenangan terbatas hingga pemerintahan baru disetujui oleh parlemen.
Rumania saat ini sedang berkejaran dengan waktu untuk mengimplementasikan reformasi demi mencairkan dana pemulihan dari Uni Eropa senilai sekitar 10 miliar Euro (setara Rp180 triliun) sebelum batas waktu Agustus mendatang. Ketidakpastian politik ini dikhawatirkan akan menghambat proses reformasi tersebut.





