Crispy

5 Langkah WFH Metode “Eat the Frog”

Metode ini efektif karena menghentikan siklus rasa bersalah akibat menunda-nunda. Saat Anda menyelesaikan tugas terberat di awal, sisa hari Anda akan terasa jauh lebih ringan dan produktif.

WWW.JERNIH.CO –  Kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) seringkali dianggap sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, Anda punya fleksibilitas luar biasa; di sisi lain, godaan untuk menunda pekerjaan (prokrastinasi) jauh lebih besar karena tidak ada atasan yang mengawasi langsung di balik pundak Anda.

Jika Anda sering merasa kewalahan dengan tumpukan tugas di sore hari, mungkin sudah saatnya Anda mencoba metode “Eat The Frog”. Istilah yang dipopulerkan oleh Brian Tracy ini berasal dari kutipan Mark Twain: “Jika hal pertama yang Anda lakukan setiap pagi adalah memakan katak hidup, Anda bisa menjalani hari dengan lega karena tahu hal terburuk sudah berlalu.”

Dalam konteks WFH, “katak” adalah tugas yang paling penting, paling menantang, dan biasanya paling ingin Anda hindari. Berikut adalah panduan step-by-step menerapkan metode ini agar WFH Anda lebih produktif dan minim stres.

1. Identifikasi “Katak” Anda di Malam Sebelumnya

Kunci sukses Eat The Frog dimulai sebelum hari kerja dimulai. Jangan habiskan energi pagi Anda hanya untuk memilih tugas mana yang harus dikerjakan.

  • Tuliskan Daftar Tugas: Buat daftar semua hal yang harus diselesaikan besok.
  • Pilih Satu Saja: Cari satu tugas yang memiliki dampak terbesar atau yang paling membuat Anda cemas. Itulah “katak” Anda.
  • Kriteria Katak: Tugas ini biasanya membutuhkan fokus mendalam, kreativitas tinggi, atau keberanian (seperti menelpon klien yang sulit).

2. Persiapkan Lingkungan Kerja yang Kondusif

Karena Anda bekerja dari rumah, gangguan domestik adalah musuh utama. Sebelum tidur atau segera setelah bangun, pastikan “meja makan” Anda siap untuk menyantap katak tersebut.

  • Singkirkan Distraksi: Jauhkan ponsel atau matikan notifikasi media sosial.
  • Siapkan Alat: Jika tugas Anda adalah menulis laporan, pastikan tab peramban yang tidak perlu sudah ditutup dan dokumen utama sudah terbuka.

3. Santap Katak Segera Setelah Mulai Bekerja

Jangan tergoda untuk mengecek email, membalas pesan Slack yang tidak mendesak, atau mencuci piring terlebih dahulu. Lakukan tugas tersulit di jam pertama Anda bekerja.

  • Manfaatkan Energi Pagi: Secara biologis, kemauan (willpower) manusia berada di titik tertinggi di pagi hari. Gunakan bahan bakar mental ini untuk tugas yang paling menguras otak.
  • Prinsip 90 Menit: Fokuslah sepenuhnya pada si “katak” selama 60 hingga 90 menit tanpa interupsi.

4. Pecah Tugas Menjadi Potongan Kecil

Jika “katak” Anda terlalu besar dan terlihat mengerikan (misalnya: membuat presentasi strategi tahunan), Anda mungkin akan merasa lumpuh sebelum memulai.

  • Micro-tasking: Pecah tugas besar tersebut menjadi langkah-langkah kecil. Jangan berpikir “Saya harus menyelesaikan presentasi,” tapi berpikirlah “Saya harus menyelesaikan kerangka garis besar (outline) presentasi.”
  • Mulai Saja: Seringkali, bagian tersulit adalah suapan pertama. Begitu Anda mulai bergerak, momentum akan membawa Anda menyelesaikannya.

5. Berikan Hadiah pada Diri Sendiri

Setelah “katak” habis dilahap, Anda akan merasakan lonjakan dopamin dan rasa pencapaian yang luar biasa. Ini adalah momen untuk memulihkan energi.

  • Istirahat Sejenak: Ambil kopi, lakukan peregangan, atau berjalan-jalan di sekitar rumah selama 10-15 menit.
  • Tugas Ringan: Gunakan sisa hari Anda untuk mengerjakan tugas-tugas administratif yang lebih ringan (email, rapat rutin, atau pengarsipan). Karena beban mental terbesar sudah hilang, tugas-tugas ini akan terasa jauh lebih mudah.(*)

BACA JUGA: Taktik Eat The Frog bagi ASN yang WFH

Back to top button