CrispyDesportare

Kimi Antonelli Segel Gelar Pembalap Remaja Terhebat Sejarah F1 di GP Monaco

Publik Italia menunggu 22 tahun untuk momen ini, dan seorang remaja 19 tahun menuntaskannya dengan cara paling bombastis. Mental Antonelli sudah setara para senior, sekaligus cetak quintrick.

WWW.JERNIH.CO –  Jalanan sempit dan berliku di Monte Carlo kembali menjadi saksi lahirnya sejarah baru dalam dunia Formula 1. Pembalap muda ajaib milik tim Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, berhasil mengunci kemenangan sensasional di GP Monaco 2026.

Secara keseluruhan ia adalah pembalap remaja pertama dan termuda sepanjang sejarah bumi yang bisa menang 5 kali beruntun di musim pertama.

Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Antonelli tampil layaknya seorang veteran yang sudah puluhan tahun menaklukkan sirkuit jalan raya paling ikonik di dunia tersebut.

Sejak sesi kualifikasi, ia sudah menunjukkan taringnya dengan merebut pole position setelah mencatatkan “lap ajaib” yang mengalahkan Max Verstappen dengan selisih tipis 0,043 detik.

Kemenangan di GP Monaco tidak hanya memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara dengan raihan 156 poin—unggul 66 angka dari Lewis Hamilton di posisi kedua—tetapi juga menorehkan tinta emas dalam buku sejarah F1.

Berikut adalah rekor-rekor impresif yang berhasil ia ciptakan hingga balapan di Monaco berakhir:

Pemenang Termuda dalam Sejarah GP Monaco: Di usia 19 tahun, Antonelli resmi memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Lewis Hamilton (saat menang di tahun 2008 pada usia 23 tahun).

Peraih Pole Position Termuda di Monaco: Kecepatannya di hari Sabtu kemarin resmi menjadikannya pembalap termuda yang mengawali balapan dari posisi terdepan di sirkuit ini.

Sejajar dengan Legenda Alberto Ascari: Antonelli menjadi pembalap Italia kedua dalam sejarah yang mampu memenangkan lima balapan beruntun, menyamai rekor sang legenda Alberto Ascari yang dicetak pada musim 1952–1953.

Klub Elit “Lima Kemenangan Beruntun”: Ia kini masuk ke dalam daftar elit sebagai pembalap ke-10 sepanjang sejarah Formula 1 yang mampu mengemas lima kemenangan secara berturut-turut dalam satu musim.

Penyebab Kerinduan 22 Tahun Publik Italia: Ia menjadi pembalap asal Italia pertama yang memenangkan GP Monaco sejak Jarno Trulli terakhir kali melakukannya pada tahun 2004 silam.

Begitu balapan usai, ketegangan tersebut langsung mencair menjadi kegilaan yang menyenangkan. Mengikuti tradisi unik yang kerap dilakukan para pemenang ikonik di Monte Carlo, Antonelli merayakan kemenangannya di pelabuhan (Monaco harbor) dengan sangat meriah.

Saat seluruh kru Mercedes berkumpul di tepi dermaga untuk sesi foto bersama merayakan kemenangan, suasana berubah menjadi riuh. Saling dorong khas kru sirkuit pun dimulai. Kru tim Mercedes mulai menceburkan rekan-rekan mereka ke dalam air laut pelabuhan yang dipenuhi kapal pesiar mewah, termasuk ayah Kimi sendiri, Marco Antonelli.

Namun, sebelum ada yang sempat mendorongnya, Kimi Antonelli dengan penuh suka cita langsung mengambil ancang-ancang dan meluncurkan dirinya sendiri, melompat bebas ke dalam air pelabuhan Monte Carlo dengan masih mengenakan baju balap (racing suit) lengkapnya. (*)

BACA JUGA: Kimi Antonelli Cetak Hattrick di Miami Sekaligus Bikin Rekor F1

Back to top button