CrispyVeritas

Bukan Sekadar Mitos, Pentagon Buka Suara Soal Isu ‘Lumba-Lumba Kamikaze’ di Selat Hormuz

JERNIH – Perang antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz mengambil arah yang aneh. Bukan soal rudal atau drone, kali ini sorotan tertuju pada mamalia laut. Dalam konferensi pers di Pentagon hari Selasa lalu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dihujani pertanyaan mengenai keberadaan “lumba-lumba kamikaze” dalam konflik ini.

Meskipun Jenderal Dan Caine sempat berseloroh dengan menyebutkan “hiu dengan sinar laser” (merujuk pada film komedi Austin Powers), jawaban Hegseth justru memicu spekulasi baru. “Saya tidak bisa mengonfirmasi atau membantah apakah kami memilikinya, tapi saya bisa konfirmasi bahwa mereka [Iran] tidak punya,” ujar Hegseth.

Lantas, apa sebenarnya “lumba-lumba kamikaze” itu, dan benarkah militer menggunakannya?

Isu ini mencuat setelah laporan Wall Street Journal mengutip pejabat Iran yang mengeklaim Teheran bisa menggunakan kapal selam atau “lumba-lumba bunuh diri” di Selat Hormuz.

Menariknya, pada tahun 2000, BBC pernah melaporkan bahwa Teheran membeli lumba-lumba hasil pelatihan Rusia yang dilatih untuk “membunuh demi Angkatan Laut Uni Soviet”. Hewan-hewan ini disebut mampu melakukan serangan kamikaze dengan membawa ranjau yang akan meledak saat bersentuhan dengan lambung kapal musuh.

Berbeda dengan Iran yang masih misterius, Amerika Serikat secara terbuka memiliki Marine Mammal Program sejak 1959 di San Diego, California. Program ini melatih lumba-lumba hidung botol dan singa laut karena kecerdasan mereka yang luar biasa.

Sebelum memilih lumba-lumba, AL Amerika sempat bereksperimen dengan hiu, ikan pari, hingga penyu, namun lumba-lumba terbukti paling mumpuni untuk mendeteksi benda di laut dalam.

Sama seperti tentara manusia, hewan-hewan ini memiliki unit dengan tugas spesifik:

  • MK 4 & MK 7: Bertugas mendeteksi ranjau laut yang mengapung maupun yang tertanam di dasar laut.
  • MK 8: Mengidentifikasi jalur aman sebelum pendaratan militer di pantai.
  • MK 6: Unit elit lumba-lumba dan singa laut yang menjaga pelabuhan dari penyusup atau penyelam tak dikenal.
  • MK 5: Unit singa laut yang bertugas mengambil kembali peralatan militer yang jatuh saat pengujian.

Lumba-lumba militer bukan sekadar pajangan. Unit MK 6 pernah diterjunkan dalam Perang Vietnam untuk menjaga instalasi militer dari penyelam musuh. Mereka juga dikirim ke Bahrain saat Perang Iran-Irak untuk melindungi aset AS, serta membantu pembersihan ranjau saat invasi Irak tahun 2003.

Namun, hingga saat ini, tidak ada catatan resmi bahwa lumba-lumba tersebut digunakan untuk misi “kamikaze” atau serangan ofensif. Tugas utama mereka sejauh ini tetap pada deteksi, pengawasan, dan penyelamatan.

Back to top button