Crispy

Day of the Sun, Mengenal Hari Paling Sakral di Korea Utara Setiap 15 April

Setiap tanggal 15 April, Korea Utara berubah menjadi lautan bunga dan parade militer megah untuk merayakan Day of the Sun. Pyongyang tidak pernah sesibuk saat merayakan hari lahir para pemimpinnya.

WWW.JERNIH.CO – Peringatan hari lahir Kim Il Sung, yang secara resmi dikenal sebagai Day of the Sun (Hari Matahari), merupakan hari libur nasional yang paling agung dan sakral di Korea Utara. Dirayakan setiap tanggal 15 April, momentum ini bukan perayaan ulang tahun biasa, melainkan pilar ideologis yang memperkuat legitimasi dinasti Kim di mata rakyatnya.

Kim Il Sung adalah pendiri negara Korea Utara sekaligus pencetus ideologi Juche (kemandirian). Dalam narasi resmi negara, ia diposisikan sebagai “Presiden Abadi” dan “Matahari Bangsa.” Oleh karena itu, hari kelahirannya dianggap sebagai awal dari sejarah modern Korea Utara.

Perayaan ini bertujuan untuk menanamkan rasa loyalitas yang mendalam dan rasa syukur nasional atas kepemimpinannya yang dianggap telah membebaskan Korea dari penjajahan Jepang.

Setiap tahun, Pyongyang berubah menjadi panggung festival raksasa. Ada beberapa elemen khas yang selalu mewarnai peringatan ini.

Ribuan warga, mulai dari tentara hingga anak sekolah, mengantre untuk meletakkan bunga di bawah patung raksasa Kim Il Sung di Bukit Mansu. Mereka juga memberikan penghormatan di Istana Matahari Kumsusan, tempat jenazah Kim Il Sung (dan Kim Jong Il) disemayamkan secara permanen.

Salah satu suguhan visual yang paling ikonik adalah pameran bunga Kimilsungia, sejenis anggrek hibrida berwarna ungu cerah yang dinamai menurut namanya. Bunga ini melambangkan kekaguman dunia terhadap sang pemimpin.

Stadion-stadion dipenuhi dengan ribuan penari dan pesenam yang melakukan koreografi presisi tinggi. Selain itu, sering diadakan konser musik klasik dan tradisional yang memuji jasa-jasa “Sang Bapak Bangsa.”

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, pemerintah sering kali membagikan jatah makanan ekstra atau bingkisan permen kepada anak-anak atas nama pemimpin, yang menciptakan kesan bahwa pemimpin adalah sosok pemberi yang murah hati.

Kim Jong Il

Sementara hari lahir Kim Jong Il (ayah dari Kim Jong Un dan putra dari Kim Il Sung) juga merupakan salah satu hari libur nasional yang paling penting di Korea Utara. Hari tersebut dikenal dengan nama resmi Day of the Shining Star (Hari Bintang Bersinar).

Day of the Shining Star dirayakan setiap tanggal 16 Februari. Tanggal ini dipilih untuk memperingati kelahiran Kim Jong Il pada tahun 1942. Menurut narasi resmi pemerintah Korea Utara, ia lahir di sebuah kamp rahasia di Gunung Paektu, yang ditandai dengan munculnya bintang terang dan pelangi ganda di langit (meskipun catatan sejarah luar sering menyebut ia lahir di Uni Soviet).

Secara skala dan kemegahan, perayaan ini hampir setara dengan hari lahir Kim Il Sung (15 April). Kegiatan yang dilakukan meliputi ziarah nasional di mana rakyat memberikan penghormatan di patung-patung perunggu dan potret Kim Jong Il di seluruh negeri.

Digelar pertunjukan kembang api yang biasanya diadakan di Pyongyang sebagai puncak acara di malam hari. Salah satu kekhasan perayaan ini adalah pertunjukan tari air (renang indah) dan seluncur es yang melibatkan ratusan atlet sebagai bentuk dedikasi.(*)

BACA JUGA: Korea Utara Eksekusi Mati Suami-Istri Pebisnis Karena Sukses dan Sombong

Back to top button