Crispy

Gaya Sultan! Foto dan Tanda Tangan Emas Donald Trump Tampil di Paspor AS

  • Gaya kepemimpinan Trump yang unik dan sangat fokus pada branding diri—mirip dengan cara dia mengelola bisnis hotel dan kasinonya dulu.
  • Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai upaya Presiden Trump untuk semakin memperkuat personalisasinya terhadap institusi pemerintah Amerika Serikat tepat di perayaan besar negara tersebut.

JERNIH – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi akan merilis paspor edisi terbatas yang menampilkan foto Presiden Donald Trump. Langkah ini dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun ke-250 Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (Sestercentennial) pada Juli mendatang.

Keputusan ini dianggap mendobrak norma birokrasi AS, di mana Trump secara agresif menyematkan identitas pribadinya pada berbagai institusi pemerintah sejak kembali menjabat tahun lalu.

Berdasarkan laporan Fox News dan The Bulwark, terdapat dua citra utama yang akan muncul di dalam paspor edisi khusus tersebut. Foto presiden akan diletakkan di atas latar belakang naskah Deklarasi Kemerdekaan. Di bawah foto tersebut, akan tertera tanda tangan khas Donald Trump yang dicetak dengan tinta emas. Halaman lainnya akan menampilkan lukisan bersejarah para bapak bangsa (Founding Fathers) Amerika Serikat.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa paspor bertema Trump ini hanya akan tersedia di kantor pusat di Washington selama persediaan masih ada. Kabar baik bagi pemohon adalah tidak ada biaya tambahan untuk edisi ini, meskipun belum jelas apakah warga bisa menolak jika mendapatkan edisi khusus tersebut.

“Departemen Luar Negeri sedang bersiap merilis sejumlah terbatas paspor AS yang dirancang khusus untuk memperingati peristiwa bersejarah ini,” ujar juru bicara Tommy Pigott melalui platform X.

Langkah ini memicu perdebatan karena sangat jarang terjadi di negara demokrasi mana pun di dunia di mana pemimpin yang sedang menjabat memasukkan foto mereka ke dalam paspor. Biasanya, paspor AS hanya menampilkan gambar pemandangan alam atau situs bersejarah seperti Patung Liberty dan pendaratan di Bulan.

Tren “Trumpisasi” institusi pemerintah ini sebenarnya sudah terlihat di sektor lain. Departemen Keuangan mengumumkan tanda tangan Trump akan segera muncul di lembaran uang dolar. Selain itu juga pemasangan spanduk besar wajah presiden di berbagai gedung pemerintahan. Juga terdapat penambahan nama Trump pada Kennedy Center dan lembaga pemerintah lainnya.

Menariknya, pengumuman ini muncul di saat Trump menerima kunjungan kenegaraan Raja Charles III dari Inggris di Washington pada hari Selasa (28/4/2026). Berbeda dengan Trump, wajah Raja Charles III muncul di mata uang Inggris karena posisinya sebagai kepala negara simbolis tanpa keterlibatan politik praktis.

Back to top button