Crispy

Gencatan Senjata Berdarah di Lebanon, Serangan Brutal Israel Tewaskan 36 Orang dalam Sehari

  • Kesepakatan damai di Lebanon yang sudah berjalan sejak pertengahan April tampak seperti “macan kertas” karena serangan masih terus berkecamuk.
  • Sejak dimulainya konflik, total korban jiwa di Lebanon telah mencapai 2.727 orang tewas dan lebih dari 8.438 lainnya luka-luka.

JERNIH – Krisis kemanusiaan di Lebanon semakin mencekam meski secara formal telah ada kesepakatan gencatan senjata sejak 16 April lalu. Dalam 24 jam terakhir, serangan udara Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya 36 orang dan melukai 74 lainnya, saat militer Israel terus memperluas perintah evakuasi di wilayah Selatan.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa eskalasi ini terus meningkat di tengah upaya negosiasi damai yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump.

Laporan dari National News Agency Lebanon merinci rentetan serangan mematikan pada hari Minggu (10/5/2026). Di Qlailah dan Deir Qanoun, dua warga negara Suriah tewas akibat serangan udara sementara di Bdeyas, satu orang tewas dan 13 lainnya luka-luka.

Di Nabatiyeh, serangan pada hari Sabtu menewaskan 24 orang, termasuk seorang pria Suriah beserta putrinya. Sedangkan di Sidon, serangan di al-Sakaieh menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk seorang anak kecil. Militer Israel juga terus membombardir wilayah Bint Jbeil dan Tayri, yang merupakan garis depan pertempuran darat.

Hezbollah tidak tinggal diam dan membalas serangan tersebut dengan menggunakan teknologi drone terbaru. Mereka dilaporkan mulai menggunakan drone FPV (First-Person View) berpandu serat optik—sebuah taktik yang dipelopori dalam perang di Ukraina.

Teknologi ini memungkinkan drone Hezbollah untuk melompati gangguan elektronik (jamming) Israel, menargetkan tank, buldoser D9, hingga proses evakuasi medis dengan presisi tinggi serta melancarkan serangan ke wilayah Israel utara yang melukai tiga tentara.

Serangan-serangan ini menjadi sorotan tajam karena terjadi tepat setelah Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada 16 April 2026. Meskipun negosiasi antara pemerintah Israel dan Lebanon masih berlangsung, militer Israel mengklaim telah menghantam 40 target Hezbollah selama akhir pekan dan menewaskan 10 pejuang. Sejak dimulainya konflik, total korban jiwa di Lebanon telah mencapai 2.727 orang tewas dan lebih dari 8.438 lainnya luka-luka.

Situasi di lapangan diprediksi akan semakin kacau setelah Israel mengeluarkan perintah pengungsian baru untuk sembilan desa di Lebanon Selatan pada Sabtu lalu. Hal ini memicu gelombang pengungsi baru yang kini harus mencari tempat perlindungan di tengah keterbatasan bantuan kemanusiaan.

Back to top button