Israel Ambil Alih Situs Nabi Samuel, Otoritas Palestina Protes

- Islam mengenalnya sebagai Nabi Shamu’il atau Asymuel, yang ditunjuk Allah Swt membimbing kaumnya kembali ke jalan tauhid setelah masa-masa kekosongan rohani.
JERNIH — Otoritas Palestina mengutuk keputusan Israel mengambil alih lahan di dekat area Nabi Samuel di utara Yerusalem, wilayah Tepi Barat, dan memperingatakan bahwa langkah itu mengancam warisan keagamaan dan sejarah Palestina yang terkait Nabi Samuel.
“Penyitaan ini merupakan bagian kebijakan yang bertujuan membungkam masjid dan mengisolasi sepenuhnya dari lingkungan Palestina, mengubah menjadi situs arkeologi Yahudi dengan kekuatan senjata,” kata Otoritas Palestina.
Nabi Samuel diyakini dalam tradisi Kristen dan Yahudi. Islam mengenalnya sebagai Nabi Shamu’il atau Asymuel, yang ditunjuk Allah Swt membimbing kaumnya kembali ke jalan tauhid setelah masa-masa kekosongan rohani. Muslim Palestina membangun masjid di dekat situs Nabi Samuel.
“Ini menandai pertama kalinya Administrasi Sipil (Israel) mengambil alih situs suci yang dimiliki oleh Waqf Muslim di Tepi Barat yang diduduki,” kata lembaga pengawas pemukiman Israel, Peace Now, dalam sebuah pernyataan.
Menurut perintah Israel, tertanggal 9 Mei tetapi diterbitkan minggu ini, area yang akan diambil alih mencakup 109,79 dunam (sekitar 11 hektar), termasuk jalan akses, lahan pertanian, dan sebuah masjid.
Perintah itu menyatakan bahwa keputusan itu dibuat “untuk pengembangan dan pelestarian situs arkeologi Makam Nabi Samuel.”
Yonatan Mizrahi dari Peace Now menunjukkan bahwa otoritas Israel telah mengambil alih administrasi sebagian besar lahan tersebut dengan mengubahnya menjadi taman nasional Israel pada tahun 1990-an, beberapa dekade setelah menghancurkan sebuah desa Palestina di lokasi tersebut.
“Tidak perlu memutuskan tentang pengambilalihan lahan tersebut,” kata Mizrahi kepada AFP, sementara Peace Now mengecam “agenda mesianik pemerintah Israel.”






