CrispyDesportare

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Singa-singa Maroko Mengamuk Cabik Haiti 4 Gol

Kebobolan pertama, sempat ditekan jadi 1-2, Hakimi cs melawan habis-habisan dengan teknik sepakbola cepat. Amukan mereka berbuah manis, menempel Brasil di posisi dua, cuma beda gol tipis.

WWW.JERNIH.CO –  Stadion bergemuruh menyaksikan ketangguhan mental yang luar biasa. Julukan “Singa Atlas” bukan sekadar hiasan bagi tim nasional Maroko. Dalam lanjutan laga fase grup Piala Dunia 2026 yang saru dengan tensi tinggi, Haiti menjadi korban berikutnya dari keganasan performa kolektif Maroko.

Kendati sempat mengejutkan publik dengan dua kali memimpin, Haiti akhirnya harus tunduk dengan skor akhir 4-2 di bawah tekanan intensitas tinggi dan strategi matang yang diperagakan oleh anak asuh Walid Regragui.

Pertandingan dimulai dengan kejutan besar dari Haiti yang datang dengan motivasi tinggi untuk mengamankan tiket kelolosan. Pertandingan baru berjalan 10 menit, Haiti langsung menghentak lewat skema serangan balik cepat.

Memanfaatkan kelengahan lini belakang Maroko yang terlalu asyik menyerang, Jean-Kevin Duverne melepaskan umpan tarik yang diteruskan oleh sontekan Lenny Joseph. Bola sempat mengenai kiper Yassine Bounou dan dihitung sebagai gol bunuh diri. Gol ini menjadi torehan bersejarah bagi Haiti setelah 52 tahun absen mencetak gol di panggung Piala Dunia. Skor 1-0 untuk Haiti.

Kebobolan di menit-menit awal biasanya meruntuhkan mental sebuah tim, namun tidak bagi Maroko. Alih-alih panik, gol tersebut justru memicu energi luar biasa dari para pemain Maroko. Mereka merespons dengan determinasi yang menggelegar, menekan setiap jengkal tanah, dan mengambil alih kendali permainan secara total melalui strategi high-pressing yang sangat disiplin dengan transisi cepat.

Kunci dari kebangkitan Maroko terletak pada kreativitas sektor sayap. Momen penyeimbang kedudukan terjadi pada menit ke-39 ketika bek sayap kelas dunia, Achraf Hakimi, menunjukkan kelasnya. Hakimi menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sambaran jarak dekat setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Haiti, Johny Placide.

Namun, Haiti terbukti bukan lawan yang mudah menyerah. Hanya berselang empat menit (menit ke-43), Haiti kembali memimpin secara spektakuler lewat roket jarak jauh yang dilepaskan oleh Wilson Isidor ke pojok atas gawang Maroko, mengubah papan skor menjadi 2-1.

Sebelum babak pertama usai, mentalitas baja Maroko kembali berbicara. Tepat di masa injury time (menit 45+1), Achraf Hakimi kembali menjadi aktor protagonis dengan mengirimkan sebuah assist kilat berupa umpan silang mendatar yang sangat akurat. Umpan matang tersebut langsung disambar dan diselesaikan dengan tenang oleh Ismael Saibari. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 2-2.

Memasuki paruh kedua, energi konstan yang ditunjukkan lini tengah Maroko membuat Haiti perlahan terkurung di area pertahanan mereka sendiri. Tekanan demi tekanan Maroko akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78. Berawal dari situasi sepak pojok, terjadi kemelut di depan gawang. Bola liar disambar oleh pemain pengganti, Soufiane Rahimi, lewat tembakan keras yang sempat terdefleksi sebelum menghujam gawang Haiti, membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Menjelang akhir laga (menit ke-89), Maroko resmi mengunci kemenangan mereka. Melalui skema serangan balik cepat yang mematikan, Soufiane Rahimi mengirimkan umpan matang, setelah sebelumnya Haiti mengira bola sudah keluar. Bola langsung dikirim ke talenta muda Gessime Yassine yang dengan dingin menaklukkan kiper lawan. Laga dramatis ini pun berakhir dengan kemenangan meyakinkan Maroko 4-2.

Top Player: Achraf Hakimi

Tidak diragukan lagi, gelar Top Player dalam laga ini jatuh kepada Achraf Hakimi. Bek kanan andalan Maroko ini tampil spartan sepanjang 90 menit. Selain mencetak gol penyeimbang pertama, Hakimi juga menyumbang assist visioner yang menjadi momentum kebangkitan tim sebelum turun minum. Kecepatan dan akurasi umpan-umpannya berulang kali mengacaukan konsentrasi lini belakang Haiti, sembari tetap menjadi tembok kokoh di sisi pertahanan kanan.

“Kami tahu Haiti akan memberikan perlawanan sengit karena mereka juga berjuang untuk lolos. Ketika kami kebobolan lebih dulu, saya bangga melihat bagaimana para pemain merespons dengan kepala dingin dan energi yang berlipat ganda,” kata Walid Regragui, pelatih Maroko.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Maroko Robek Skotlandia lewat Gol Tercepat

Back to top button