CrispyDesportare

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Taktik Solbakken Istirahatkan Haaland Berbuah Norwegia Depak Pantai Gading

Perjudian besar pelatih Ståle Solbakken terbayar lunas! Sempat dihujani kritik karena sengaja mengistirahatkan Erling Haaland dkk. saat melawan Prancis, taktik tersebut justru membuat fisik penggawa The Vikings meledak-ledak seperti saat mendayung. Huh! Hah!

WWW.JERNIH.CO –  Sejarah tercipta di Dallas Stadium, Texas. Tim nasional Norwegia berhasil memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan raksasa Afrika, Pantai Gading, dengan skor tipis 2-1 dalam laga sengit babak 32 besar. Kemenangan ini terasa sangat emosional sekaligus menjadi pembuktian magis dari taktik sang pelatih, Ståle Solbakken.

Sebelum laga hidup-mati ini digelar, Solbakken sempat dihujani kritik tajam dari fans dan pandit sepak bola. Pasalnya, pada laga pamungkas fase grup melawan Prancis, ia secara mengejutkan mengistirahatkan sebagian besar pilar utamanya, termasuk sang megabintang Erling Haaland dan jenderal lapangan tengah Martin Ødegaard.

Keputusan mengistirahatkan para pemain bintang dalam waktu yang cukup lama itu sempat dinilai terlalu berisiko. Namun, Solbakken bergeming dan menegaskan bahwa perjudiannya hanya akan dinilai dari hasil di babak gugur.

Strategi tersebut terbukti jenius. Para penggawa The Vikings tampil dengan kondisi fisik yang sangat bugar dan energi yang meledak-ledak saat menghadapi intensitas permainan fisik Pantai Gading.

Pantai Gading sejatinya mengambil inisiatif serangan lebih dulu di awal babak pertama melaui tusukan Nicolas Pepe. Namun, kedisiplinan lini belakang Norwegia membuat frustrasi barisan depan tim berjuluk Les Elephants tersebut.

Keasyikan menyerang, Pantai Gading justru harus kecolongan pada menit ke-39. Berawal dari skema transisi cepat yang diinisiasi oleh sang kapten, Martin Ødegaard, bola kemudian dikirimkan dengan akurat kepada penyerang sayap muda, Antonio Nusa, di sisi kiri pertahanan lawan.

Dengan liat, pemain berusia 21 tahun itu mengecoh Nicolas Pepe, membuka ruang tembak, lalu melepaskan tendangan melengkung yang sangat indah. Bola meluncur deras menuju pojok atas gawang tanpa bisa dijangkau oleh kiper Pantai Gading, Yahia Fofana. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Pantai Gading memasukkan Amad Diallo untuk menambah daya gedor. Dampaknya instan. Setelah sempat melakukan penyelamatan heroik di garis gawangnya sendiri untuk menggagalkan peluang emas bek Norwegia, Torbjørn Heggem, Diallo sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-74.

Pemain Manchester United tersebut melakukan kerja sama satu-dua yang apik dengan Pepe, melewati kawalan David Møller Wolfe, sebelum melepaskan sepakan keras mendatar yang menembus gawang Ørjan Nyland. Skor berubah sama kuat 1-1.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu dan momentum mulai bergeser ke Pantai Gading, mentalitas juara Norwegia berbicara. Pada menit ke-86, pemain pengganti Oscar Bobb mengirimkan umpan terobosan cerdik kepada Patrick Berg di dalam kotak penalti.

Tanpa egois, Berg langsung melepaskan umpan tarik ke mulut gawang. Di sana, Erling Haaland yang lolos dari kawalan Emmanuel Agbadou langsung menyongsong bola dengan sontekan kaki kirinya. Meski sempat sedikit tidak sempurna, bola tetap bergulir melewati garis gawang, mengoyak jala Pantai Gading, sekaligus mengubah skor menjadi 2-1.

Di masa injury time, Pantai Gading sempat mendapatkan peluang emas lewat eksekusi tendangan bebas Amad Diallo. Beruntung bagi Norwegia, kiper veteran Ørjan Nyland melakukan penyelamatan akrobatik yang luar biasa untuk menepis bola. Peluit panjang berbunyi, Norwegia keluar sebagai pemenang.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sepak bola Norwegia mampu memenangkan pertandingan di fase gugur Piala Dunia dan melaju ke babak berikutnya. Pada keikutsertaan mereka sebelumnya di tahun 1938 dan 1998, langkah mereka selalu terhenti di rintangan pertama babak sistem gugur.

Bintang kemenangan mereka, Erling Haaland, kini telah mengoleksi 5 gol di turnamen ini dan merayakan pencapaian bersejarah ini dengan memakai helm Viking di hadapan para suporter setianya.

Di babak 16 besar nanti, Norwegia dijadwalkan akan menantang juara dunia lima kali, Brasil, di New York. Sebuah laga klasik yang membangkitkan memori kemenangan legendaris mereka atas Selecao di Piala Dunia 1998 silam.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] “Guillotine” Prancis Hancurkan Viking Norwegia 4-1

Back to top button