Crispy

Kapal India Tenggelam di Lepas Pantai Oman, New Delhi Kutuk Serangan Terhadap Pelayaran Komersial

JERNIH – Ketegangan di jalur pelayaran global kembali memanas setelah sebuah kapal kargo berbendera India dilaporkan tenggelam di lepas pantai Oman, Rabu (13/5/2026). Serangan yang diduga menggunakan pesawat tak berawak (drone) atau rudal ini memicu kecaman keras dari Pemerintah India.

Kementerian Luar Negeri India menyatakan serangan tersebut sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan menyesalkan terus berlanjutnya penargetan terhadap pelaut sipil.

Kapal yang diidentifikasi oleh perusahaan keamanan maritim Vanguard sebagai MSV Haj Ali—sebuah dhow kayu sepanjang 54 meter—sedang dalam perjalanan mengangkut ternak dari Berbera, Somaliland, menuju Sharjah, Uni Emirat Arab.

Lokasi kejadian di lepas pantai Limah, Oman, tepat di selatan Selat Hormuz yang strategis. Penyebabnya adalah terjadi ledakan yang diduga berasal dari serangan drone atau rudal, kemudian memicu kebakaran hebat di atas kapal.

Sebanyak 14 awak kapal yang semuanya berkebangsaan India dilaporkan selamat setelah dipaksa meninggalkan kapal sebelum akhirnya tenggelam. Pihak berwenang Oman telah melakukan operasi penyelamatan terhadap seluruh kru.

Insiden ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang sangat rapuh. Sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu, Selat Hormuz hampir sepenuhnya terblokir. Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dan LNG global.

Meskipun gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 8 April, Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Gangguan terus-menerus di wilayah ini memicu volatilitas pasar energi yang sangat menekan ekonomi negara pengimpor seperti India.

Menariknya, insiden ini terjadi saat India menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri blok BRICS pada Kamis (14/5/2026), yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Dalam pernyataannya di New Delhi, Araghchi tidak menyebutkan serangan tersebut secara spesifik. Namun, ia menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap “terbuka untuk semua” kapal dagang, dengan catatan kapal tersebut harus “bekerja sama” dengan angkatan laut Iran.

India terus menegaskan bahwa kebebasan navigasi dan keselamatan awak kapal sipil adalah hal mutlak yang harus dihindari dari sasaran konflik militer.

Back to top button