Crispy

Kazoo, Alat Musik Unik dengan Suara “Nge-Buzz”

Disebut-sebut sebagai alat musik paling gampang dimainkan sedunia. Menggunakan teknologi paling sederhana, dan musisi dunia menggunakannya.

JERNIH –  Kazoo adalah alat musik yang unik dan sering diremehkan, namun memiliki sejarah yang kaya, mekanisme kerja yang menarik, dan suara khas yang mirip dengungan lebah atau suara “nge-buzz.”

Instrumen ini merupakan turunan modern dari alat musik Afrika kuno bernama mirliton, sebuah instrumen membranofon yang menggunakan membran bergetar untuk memodifikasi suara.

Versi modern kazoo pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat, dengan Alabama Vest, seorang Afrika-Amerika dari Macon, Georgia, dikreditkan sebagai penemu gagasan tersebut pada tahun 1840-an.

Perkembangan Kazoo segera memasuki ranah industri. Kazoo pertama kali dibuat sesuai spesifikasi Vest oleh pembuat jam Jerman, Thaddeus von Clegg, pada tahun 1852 dan dipublikasikan pada Pameran Negara Bagian Georgia di tahun yang sama.

Kemudian, alat musik yang dipatenkan pertama dengan nama “kazoo” dibuat oleh Warren Herbert Frost pada tahun 1883. Produksi massal kazoo logam dimulai setelah paten untuk kazoo logam pertama dikeluarkan kepada George D. Smith pada tahun 1902.

Puncak industrialisasinya ditandai dengan pendirian The Original American Kazoo Company pada tahun 1916 di Eden, New York, yang pabriknya masih beroperasi hingga hari ini. Secara umum, kazoo dapat dibuat dari logam (besi/aluminium), plastik, atau kayu, dan terdiri dari tiga komponen utama: tabung/pipa, lubang resonansi, dan membran tipis (kertas, wax paper, atau plastik).

Kerja Kazoo

Mekanisme kerja kazoo sangat sederhana dan berfungsi sebagai pengubah suara (voice modifier) daripada alat musik tiup biasa. Kazoo tidak dimainkan dengan cara ditiup; meniup hanya akan menghasilkan sedikit atau tidak ada suara.

Sebaliknya, pemain harus bersenandung (humming), bernyanyi, atau berbicara ke dalam lubang tiup. Getaran yang berasal dari pita suara pemain disalurkan melalui pipa dan menyebabkan membran tipis bergetar dengan cepat.

Getaran membran inilah yang menghasilkan suara “buzz” yang diperkuat dan khas, di mana nada yang dihasilkan selalu mengikuti nada vokal yang dinyanyikan oleh pemain.

Meskipun terlihat sederhana, kazoo telah menemukan tempatnya di panggung musik global. Instrumen ini populer dalam genre musik seperti ragtime, jug band, dan skiffle, namun juga digunakan oleh musisi-musisi rock ternama untuk menambah tekstur unik.

 Beberapa artis yang tercatat pernah menggunakan kazoo antara lain The Beatles, Jimi Hendrix, Pink Floyd, The Kinks, Red Hot Chili Peppers, dan Eric Clapton. Kehadiran kazoo dalam karya-karya bintang rock ini membuktikan fleksibilitas dan daya tarik abadi alat musik yang sering dijuluki “alat musik termudah di dunia.”

Sebagai contoh pada tembang “Lovely Rita”   milik The Beatles di album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band (1967), Kazoo ditambahkan pada bagian instrumental, memberikan tekstur suara yang bergetar dan sedikit komikal.

Di Pink Floyd bagian kazoo dimainkan oleh drummer Nick Mason dan anggota The Salvation Army International Staff Band, memberikan sentuhan band kuno. Bisa disimak pada lagu “Jugband Blues” album A Saucerful of Secrets (1968).

Yang paling jelas adalah di lagu  “Dedicated Follower of Fashion” album Single (1966) The Kinks. Kazoo digunakan untuk meniru suara terompet yang terdengar khas dan ringan, sesuai dengan tema lagu tentang mode.(*)

BACA JUGA: Di Desa-desa India Timur, Warga Menghentikan Kebakaran Hutan dengan Tradisi Musik Leluhur

Back to top button