Crispy

KKP Tangkap Empat Kapal Ikan di Perairan Indonesia

MAKASSAR – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap empat kapal dari hasil pengawasan pengamanan potensi hasil laut di lapangan. Selanjutnya pemilik kapal diminta untuk menyerahkan diri untuk diproses sesuai prosedur atau pilih ditenggelamkan.

Informasi tersebut disampaikan Menteri KKP, Edhy Prabowo ditengah kunjungan kerja  di Kabupaten Takalar dan Makassar, Senin (2/12).

“Kami tetap akan melakukan pengawasan, penjagaan laut. Kalau mereka mau ditenggelamkan, saya tenggelamkan. Kalau menyerah, ya, kami serahkan ke pengadilan itu prosesnya,” kata Edhy.

Edhy juga menjelaskan bahwa belum lama ini KKP sudah melakukan penangkapan beberapa kali baik di Selat Malaka maupun di tempat lainnya.

“Belum lama ini,” kata Edhy, “Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menangkap kapal di Selat Malaka. Jauh sebelumnya, KKP sudah menangkap empat kapal di Bitung, Sulawesi Utara yang di antaranya satu kapal induk dan dua anak kapal yang isinya ikan tuna”.

Edhy mengingatkan bahwa hasil tangkapan itu, kasusnya dilimpahkan ke pengadilan. Setelah proses hukum selesai, kapal itu tidak menjadi aset Kementerian KKP, tetapi menjadi aset negara melalui Kementerian Keuangan. Hal tersebut berbeda dengan arahan dari Menkomaritin yang meminta nantinya kapal yang disita diserahkan pada pihak yang layak untuk mengoperasikannya di lapangan. “Apakah itu nanti diserahkan kepada masyarakat, nanti dilihat mampu tidak mengoperasikan yang GT-nya lebih besar dari yang digunakan,” kata Edhy.

Edhy melakukan kunjungan kerja dengan memantau kondisi perikanan di Sulawesi Selatan dengan mengawali kunjungannya ke lokasi pembibitan udang yang merupakan milik pengusaha di Dusun Jalange, Kelurahan Mallawa, Kabupaten Barru, Sulsel, Minggu (1/12).

Edhy juga melakukan kunjungan ke Desa Nelayan di Pelabuhan Untia, Makassar dan mengajak dialog  para nelayan terkait dengan kendala yang dihadapi di lapangan.  Selanjutnya Edhy mengakhiri kunjungan di lokasi pembibitan udang dan pengembangan kultur jaringan di Balai Budidaya Perikanan Air Payau di Kabupaten Takalar, Sulsel.

(tvl)

Back to top button