Crispy

Korupsi Gila-gilaan Rp5,3 Triliun, Mantan Pejabat Teras China Divonis Hukuman Mati

JERNIH — Pengadilan China resmi menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap seorang mantan pejabat senior di Kota Nanjing, bagian timur China, pada Senin (6/7/2026). Vonis maksimal ini dijatuhkan setelah terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap dalam jumlah yang sangat fantastis sepanjang tiga dekade kariernya.

Pengadilan Rakyat Menengah Changzhou di Provinsi Jiangsu menyatakan bahwa terdakwa bernama Yang Youlin terbukti secara ilegal menerima uang dan aset dengan total nilai fantastis menembus 2,2 miliar yuan atau setara US$324 juta (sekitar Rp5,3 triliun). Kejahatan kerah putih ini dilakukan secara konsisten saat ia menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan dari tahun 1993 hingga 2023.

Berdasarkan dokumen pengadilan, aliran dana haram triliunan rupiah tersebut mengalir ke kantong Yang sebagai imbalan atau pelicin untuk memuluskan berbagai urusan bisnis para konglomerat, meliputi pemberian izin dan pengerjaan proyek pemerintah, kelancaran operasional bisnis tertentu, konsesi dan hibah lahan milik negara dan penyediaan modal kerja ilegal.

Tak hanya menerima suap, hakim juga memvonis Yang atas rentetan kejahatan finansial lainnya. Kasus ini tercatat sebagai salah satu skandal korupsi paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir karena akumulasi kejahatannya yang berlapis, mulai dari penggelapan jabatan, pemberian suap, penyalahgunaan dana publik, penyalahgunaan wewenang, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam foto resmi yang dirilis pihak pengadilan, Yang Youlin tampak berdiri tertunduk mengenakan jaket gelap diapit oleh dua petugas polisi berseragam. Di hadapan majelis hakim, Yang membacakan nota pembelaan terakhirnya yang berisi “ungkapan rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam atas tindakannya.”

Sesuai hukum yang berlaku di China, pengadilan memerintahkan agar seluruh harta kekayaan pribadi Yang disita oleh negara. Pihak otoritas juga menegaskan akan terus memburu dan menarik kembali seluruh nominal aset tersembunyi hasil suap tersebut tanpa sisa.

Yang Youlin menjadi martir terbaru dari gerakan pembersihan korupsi besar-besaran yang digelorakan oleh Presiden China, Xi Jinping. Kampanye anti-korupsi jangka panjang ini di satu sisi mendapat pujian publik, namun di sisi lain dikritik oleh para pengamat politik internasional yang menilai gerakan ini juga dipakai Xi untuk menyingkirkan rival-rival politiknya di internal partai.

Eksekusi mati terhadap pejabat korup bukanlah hal baru di China. Berikut adalah rekam jejak ketegasan pengadilan China dalam beberapa tahun terakhir.

TahunNama Pejabat / WilayahKasus & Nasib Akhir
2018Zhang Zhongsheng (Provinsi Shanxi)Divonis mati karena menerima suap 1 miliar yuan. Diubah menjadi hukuman seumur hidup pada 2021 setelah banding.
2021Lai Xiaomin (Sekretaris Partai BUMN)Divonis hukuman mati dan langsung dieksekusi atas dakwaan suap, penggelapan, dan poligami.
2024Li Jianping (Pejabat Lokal Mongolia Dalam)Resmi dieksekusi mati setelah dinyatakan bersalah atas kasus penggelapan dan suap masif.

Back to top button