Crispy

Memicu Skisma Baru, SSPX Tahbiskan Empat Uskup Baru Tanpa Restu Paus Leo XIV

  • SSPX didirikan oleh mendiang Uskup Agung Marcel Lefebvre pada tahun 1970 setelah Konsili Vatikan Kedua, yang membentuk tren modernisasi di dalam gereja.

JERNIHThe Society of Saint Pius X, atau Serikat Santo Pius X (SSPX), menahbiskan empat uskup baru tanpa restu Paus dan menentang permohonan terakhir Paus Leo XIV untuk membatalkan acara itu, menyulut perselisihan lama antara faksi ultra-tradisionalis dengan Vatikan serta berisiko menimbulkan perpecahan lebih luas di Gereja Katolik.

SSPX, sebuah persaudaraan imam Katolik, menggelar upacara itu di seminari mereka di Econe, Swiss, Rabu lalu. Mereka menahbiskan empat prelatus untuk melayani uskup pembantu tanpa yurisdiksi. SSPX menyebut penahbiskan itu sebagai ‘tugas suci’ yang diperlukan untuk membela iman Katolik dan mengutuk setiap potensi pembalasan dari Roma.

“Kami menganggap setiap hukuman dan kecaman yang dikenakan terhadap langkah ini tidak akan memiliki validitas,” kata seorang imam yang memimpin upacara itu.

Meskipun Vatikan belum menanggapi langkah SSPX, menurut hukum kanonik gereja, pengangkatan uskup tanpa persetujuan Paus dianggap sebagai pelanggaran berat yang mengakibatkan ekskomunikasi otomatis bagi para prelatus yang memberikan dan menerima pentahbisan tanpa izin.

Awal pekan ini, Paus Leo melakukan upaya terakhir untuk mencegah SSPX melanjutkan pentahbisan, dengan menulis surat terbuka kepada kelompok itu untuk memperingatkan mereka terhadap ‘tindakan skismatik’. Langkah itu merupakan ‘dosa yang sangat berat’ dan merusak tatanan gereja itu sendiri, Paus memperingatkan.

Superior Jenderal SSPX Davide Pagliarani menentang peringatan itu, dengan bersikeras bahwa kelompok itu memiliki ‘keinginan tulus untuk melayani Gereja’ dan menyiratkan bahwa tindakan Vatikan merusak persatuan gereja.

Skisma baru ini merupakan krisis besar bagi Paus yang telah berupaya memperbaiki hubungan antara Vatikan dan faksi-faksi Katolik tradisionalis, yang sangat memburuk di bawah pendahulunya, Fransiskus.

SSPX didirikan oleh mendiang Uskup Agung Marcel Lefebvre pada tahun 1970 setelah Konsili Vatikan Kedua, yang membentuk tren modernisasi di dalam gereja. Konsili itu merevolusi hubungan Vatikan dengan denominasi Kristen lainnya, Yahudi, dan agama lain, serta mengizinkan Misa dilakukan dalam bahasa daerah daripada bahasa Latin.

Kelompok ini menentang upaya modernisasi, yang akhirnya memicu perpecahan pada akhir tahun 1980-an ketika mereka menahbiskan uskup tanpa persetujuan Paus. Ekskomunikasi yang dihasilkan baru dicabut pada tahun 2009, namun hubungan antara faksi tersebut dan Vatikan tidak pernah benar-benar diperbaiki, karena negosiasi rahasia selama beberapa dekade akhirnya menghasilkan krisis serupa.

Back to top button