Crispy

Menapak Tilas Perjuangan Nabi Ibrahim AS

Setiap langkah dalam ibadah haji punya cerita. Tahukah Anda kalau rute yang dilalui jemaah haji hari ini adalah replika persis dari pelarian, pengorbanan, dan ujian mahadahsyat yang dihadapi Nabi Ibrahim ribuan tahun lalu?

WWW.JERNIH.CO –  Ibadah haji secara historis dan spiritual berakar kuat pada kisah Nabi Ibrahim Alaihis Salam (AS) bersama keluarganya, yaitu istrinya Hajar dan putranya Nabi Ismail AS.

Meskipun syariat haji yang dijalankan umat Muslim saat ini disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 10 Hijriah (Haji Wada’), esensi dan situs-situs utama haji merupakan rekonstruksi langsung dari napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim AS.

 Nabi Ibrahim-lah yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun kembali Ka’bah bersama Ismail, dan beliau pula yang pertama kali menyeru umat manusia untuk datang berhaji, sebagaimana direkam dalam Al-Qur’an:

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27).

Ketika melaksanakan ibadah haji, hampir seluruh rangkaian ritual utamanya bertempat di lokasi-lokasi spesifik yang menjadi saksi bisu sejarah dan perjuangan keluarga Nabi Ibrahim AS. Beberapa tempat ini tidak hanya wajib dikunjungi secara fisik, tetapi juga menjadi lokasi pelaksanaan rukun atau wajib haji.

Ka’bah dan Maqam Ibrahim (Masjidil Haram)

Pusat dari seluruh ibadah haji adalah Ka’bah. Tempat ini wajib dikunjungi untuk melaksanakan Thawaf (mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali).

Napak Tilas: Ka’bah dibangun kembali dari fondasinya oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, setelah mengalami kerusakan pasca-banjir besar zaman Nabi Nuh.

Maqam Ibrahim: Di dekat Ka’bah, terdapat struktur kecil berkubah emas yang menyimpan batu pijakan Nabi Ibrahim. Batu ini digunakan sebagai perancah (pijakan) saat beliau menyusun batu-batu Ka’bah yang tinggi. Jemaah disunnahkan shalat di belakang area ini.

Bukit Safa dan Marwah

Terletak masih di dalam area kompleks Masjidil Haram, kedua bukit kecil ini menjadi tempat pelaksanaan Sa’i (berjalan dan berlari-lari kecil sebanyak 7 kali).

Napak Tilas: Tempat ini merekam perjuangan luar biasa Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim. Saat ditinggalkan di lembah Makkah yang kala itu masih gersang dan tak berpenghuni, Ismail kecil menangis kehausan. Hajar berlari bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari air atau tanda-tanda kafilah lewat, hingga akhirnya Allah memancarkan Mata Air Zamzam dari bawah kaki Ismail.

Mina dan Kompleks Jamarat (Tempat Melempar Jumrah)

Mina adalah kawasan lembah tenda tempat jemaah haji melakukan Mabit (bermalam). Di ujung wilayah Mina terdapat Jamarat, yaitu tiga pilar batu (Ula, Wustha, Aqabah) tempat jemaah melaksanakan wajib haji Melempar Jumrah.

 Napak Tilas: Peristiwa ini berakar dari ujian terberat Nabi Ibrahim saat diperintahkan Allah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Dalam perjalanan melaksanakan perintah tersebut di Mina, setan menampakkan diri di tiga tempat berbeda untuk menghasut Nabi Ibrahim agar membatalkan niatnya. Atas perintah Malaikat Jibril, Nabi Ibrahim mengambil batu-batu kerikil dan melempari setan tersebut hingga enyah.

Jabal Qurban / Lembah Mina (Tempat Penyembelihan)

Masih di kawasan Mina, tempat ini menjadi lokasi penyembelihan hewan hadyu atau kurban (baik yang dilakukan langsung maupun lewat rumah potong hewan resmi).

Napak Tilas: Di sinilah puncak kepasrahan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail diuji. Ketika parang sudah siap di leher Ismail yang berserah diri, Allah melihat ketulusan mutlak mereka dan langsung mengganti Ismail dengan seekor domba besar (kibas) dari surga. Peristiwa mahadahsyat inilah yang menjadi asal-usul Hari Raya Idul Adha dan ibadah kurban sedunia.

Padang Arafah

Meskipun Arafah secara spesifik sering dikaitkan dengan tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah turun ke bumi, tempat digelarnya Wukuf (puncak haji pada 9 Dzulhijjah) ini juga memiliki kaitan erat dengan Nabi Ibrahim.

Napak Tilas: Di sinilah Malaikat Jibril mengajarkan dan membimbing Nabi Ibrahim mengenai seluruh tata cara (manasik) ibadah haji secara detail. Di tempat ini pula Nabi Ibrahim merenungi spiritualitas kemanusiaan dan memantapkan pengetahuannya tentang syariat Allah (kata Arafah sendiri secara bahasa berarti “mengetahui” atau “mengenal”).(*)

BACA JUGA: Senangnya Terpilih Ikut Haji Gratis

Back to top button