CrispyDesportare

Menolak Pensiun, Kazuyoshi Miura Cetak Gol Bersejarah di Usia 59 Tahun

Empat tahun menanti, “King Kazu” akhirnya kembali membobol gawang lawan di ajang resmi. Simak rahasia kedisiplinan dan ambisi besar sang legenda asal Jepang yang bersiap main hingga usia 60 tahun.

WWW.JERNIH.CO – Dunia sepak bola kembali dibuat terkagum-kagum oleh sosok legenda hidup asal Jepang, Kazuyoshi Miura. Di usianya yang telah menyentuh 59 tahun, pemain yang akrab disapa “King Kazu” ini berhasil mencatatkan namanya di papan skor dalam laga resmi kompetitif.

Pencapaian ini tidak hanya memperpanjang rekornya sebagai pesepakbola profesional tertua di dunia, tetapi juga mengakhiri dahaga golnya di level profesional selama hampir empat tahun.

Saat ini, Kazuyoshi Miura membela Fukushima United, sebuah klub yang bertanding di divisi ketiga Liga Jepang (J3 League). King Kazu bergabung dengan Fukushima United dengan status pinjaman dari klub J2 League, Yokohama FC. Walau berstatus pemain veteran, komitmen dan fisiknya terus terjaga hingga ia masih dipercaya mengisi skuad utama dalam kompetisi domestik Jepang.

Gol bersejarah tersebut tercipta pada ajang kualifikasi Piala Kaisar Jepang saat Fukushima United membantai Iwaki Furukawa dengan skor telak 7-0. Momen emas itu terjadi pada menit ke-52 babak kedua, ketika rekan setimnya, Takatora Einaga, melakukan pergerakan impresif dengan melewati pemain bertahan di sisi kanan lapangan sebelum melepaskan umpan silang terukur ke dalam kotak penalti.

Dengan kecerdikan dan insting penyerang yang belum pudar, Miura bergerak mendahului dua bek lawan lalu menyambar bola crossing tersebut dari jarak dekat untuk membobol gawang lawan dan mengubah skor menjadi 5-0.

Bagi sebagian besar pesepakbola, usia late-30s adalah waktu lazim untuk gantung sepatu, namun bagi King Kazu, sepak bola adalah gairah hidup yang tak terbatas oleh angka. Miura mengaku bahwa hasratnya untuk menendang bola dan berkompetisi di lapangan hijau tidak pernah padam sejak ia memulai kariernya di klub Brasil, Santos, pada tahun 1986.

Selain itu, King Kazu secara terbuka memiliki ambisi pribadi untuk terus bermain secara profesional setidaknya hingga usianya menginjak 60 tahun. Ia ingin terus membuktikan keahliannya di lapangan dan memberikan kontribusi nyata dalam bentuk gol maupun assist demi membayar kepercayaan klub serta menginspirasi generasi muda.

Bermain di level profesional pada usia mendekati kepala enam tentu membutuhkan keunggulan khusus yang tak dimiliki pemain biasa. Meski kecepatannya tentu berkurang dibanding masa mudanya, Miura mengompensasinya dengan penempatan posisi yang sangat matang sehingga ia tahu persis kapan dan ke mana harus bergerak di dalam kotak penalti.

Kemampuan ini didukung oleh kedisiplinan fisik luar biasa, di mana Miura menerapkan pola latihan, diet, dan pemulihan fisik yang amat ketat setiap harinya demi menjaga kebugaran otot dan stamina. Pengalaman bermain selama 42 musim di berbagai negara seperti Brasil, Italia, Kroasia, Australia, dan Jepang juga membuatnya mampu membaca arah permainan dengan sangat cepat.

Ditambah lagi, mentalitasnya yang tak pernah puas dan selalu ingin memberikan yang terbaik membuat rekan-rekan setimnya yang berusia jauh lebih muda menaruh rasa hormat yang amat tinggi padanya.(*)

BACA JUGA: Mengapa Warga Jepang Enggan Hidup hingga 100 Tahun?

Back to top button