Crispy

Pangeran Mohammed Al Saud Taklukkan Everest, Ukir Sejarah Baru Wangsa Saudi

Di usia baru 24 tahun, Pangeran Mohammed bin Faisal bin Fahd Al Saud sukses mengibarkan bendera Arab Saudi di puncak Everest. Dan orang pertama keluarga kerajaan yang menuntaskan pendakian itu.

WWW.JERNIH.CO –  Akhir Mei 2026, sebuah torehan sejarah baru dalam dunia pendakian gunung (alpinisme) Arab berhasil tercipta. Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Faisal bin Fahd Al Saud—atau yang lebih dikenal di media internasional sebagai Pangeran Mohammed Al Saud—sukses menginjakkan kakinya di puncak Gunung Everest.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga menegaskan ambisi generasi muda Timur Tengah di kancah petualangan ekstrem dunia.

Wangsa Al Saud (House of Saud) adalah keluarga kerajaan yang memerintah Kerajaan Arab Saudi modern. Nama “Al Saud” sendiri diambil dari nama leluhur mereka, Saud bin Muhammad bin Muqrin, yang hidup pada abad ke-18.

Sejak didirikannya Arab Saudi modern oleh Raja Abdulaziz Al Saud pada tahun 1932, keluarga ini memegang peranan sentral dalam peta politik, ekonomi, dan keagamaan global. Anggota keluarga kerajaan sering kali menempati posisi penting dalam pemerintahan, militer, hingga diplomasi.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, di bawah visi modernisasi negara, generasi muda dari Wangsa Al Saud mulai mendobrak batasan dan aktif menunjukkan taji mereka di bidang-bidang non-tradisional, seperti olahraga ketahanan (endurance sports) dan eksplorasi lingkungan.

Pangeran Mohammed Al Saud, yang berhasil mencapai puncak Everest pada usia yang sangat muda—yaitu 24 tahun, 2 bulan, dan 5 hari—menjadi representasi segar dari pergeseran citra pemuda Saudi yang dinamis, tangguh, dan berani menghadapi tantangan fisik paling ekstrem di dunia.

Pangeran Mohammed Al Saud mencapai titik tertinggi di bumi, yakni 8.848,86 meter di atas permukaan laut, tepat pada 27 Mei 2026 pukul 07.30 pagi waktu Nepal.

Bagi sang pangeran, Everest bukanlah puncak pertama yang ia taklukkan, melainkan bagian dari misi megah yang disebut Seven Summits Challenge—sebuah tantangan legendaris untuk mendaki tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh benua berbeda.

Ekspresi pendakian ke Gunung Everest ini merupakan ekspedisi keenam yang sukses dari rangkaian target Seven Summits miliknya. Menaklukkan enam dari tujuh puncak dunia pada usia 24 tahun adalah prestasi yang sangat langka, mengingat jumlah manusia yang berhasil menyelesaikan tantangan ini bahkan lebih sedikit daripada jumlah orang yang pernah pergi ke luar angkasa.

Pendakian Everest pada musim semi tahun 2026 bukanlah perkara mudah. Pangeran Mohammed melakukan ekspedisi ini bermitra dengan agensi pemandu elit, Elite Exped (yang mengusung moto “Above and Beyond Adventure”).

Proses pendakian memakan waktu berbulan-bulan yang melelahkan di Nepal, dimulai dari aklimatisasi (proses penyesuaian tubuh terhadap kadar oksigen yang menipis) di beberapa kamp yang lebih rendah. Pada musim pendakian tersebut, cuaca di Everest sangat fluktuatif, membawa badai salju ekstrem dan suhu membeku di bawah nol derajat Celsius.

Summit push terakhir dimulai pada malam hari. Pangeran Mohammed bersama tim pemandunya harus merayap naik menembus kegelapan malam hanya bermodalkan headlamp dan masker oksigen. Mereka harus melewati Death Zone (Zona Kematian), wilayah di atas ketinggian 8.000 meter di mana kadar oksigen sangat kritis dan tubuh manusia secara perlahan mulai mengalami penurunan fungsi organ.

Namun, berkat persiapan fisik yang disiplin dan ketahanan mental yang kokoh selama bertahun-tahun, Pangeran Mohammed berhasil melewati masa-masa kritis tersebut. Tepat saat matahari pagi mulai menyinari pegunungan Himalaya pada 27 Mei, bendera Arab Saudi berhasil dikibarkan di puncak tertinggi dunia. Sekembalinya dari puncak, sang pangeran langsung disambut dengan hangat oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Nepal serta menerima penghargaan resmi dari Menteri Kebudayaan, Pariwisata, dan Penerbangan Sipil Nepal.

Melalui keberhasilan ekspedisi keenamnya ini, Pangeran Mohammed Al Saud menyisakan satu puncak lagi untuk menyempurnakan gelar Seven Summits-nya, sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa batas kemampuan manusia hanya ditentukan oleh seberapa besar tekad yang dimiliki.

Meski begitu ia bukan warga Arab Saudi pertama yang sampai di atap dunia tersebut. Sebelumnya, gelar orang pertama dipegang oleh Faruq Saad al-Zuman (Faroque Al-Zuman), yang berhasil mencapai puncak Everest pada tanggal 21 Mei 2008. Pendakiannya kala itu menjadi berita besar karena ia adalah warga Saudi pertama yang mengibarkan bendera kerajaan di atap dunia, serta mendapatkan ucapan selamat langsung dari keluarga kerajaan.

Berikutnya malah perempuan Arab Saudi Pertama di Everest yang diraih oleh Raha Moharrak, yang mencetak sejarah pada tanggal 18 Mei 2013. Selain menjadi wanita Saudi pertama, ia juga tercatat sebagai orang Arab termuda yang pernah mendaki Everest pada masa itu (berusia 25 tahun).(*)

BACA JUGA: Raja Everest! Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor 32 Kali Puncak

Back to top button