Crispy

Polda Jateng Tangani Puluhan Konten Hoaks Selama PPKM Darurat

Sebanyak 27 berita hoaks telah ditakedown.

JERNIH-Puluhan berita yang diduga hoaks atau palsu yang beredar di media sosial, kini tengah ditangani Polda Jawa Tengah (Jateng) masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak 3 Juli 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap berita yang diduga hoaks dan palsu tersebut dan belum ada yang ditindaklanjuti ke tahap penyidikan. Namun sebanyak 27 berita hoaks telah diusulkan untuk diturunkan.

“Jumlah kegiatan takedown berita hoaks 27,” kata Iqbal dalam keterangannya kepada wartawan, pada Rabu (7/7/2021).

Dari data yang dimiliki Polda Jateng tersebut, kasus hoaks terbanyak ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga dan Blora. Masing-masing polres menangani tiga konten. Sedangkan Satgas bentukan Polda Jateng menangani dua konten hoaks.

Polres Pati, dan Grobogan menangani dua konten hoaks. Sedangkan sisanya ditangani polres-polres lain di lingkungan Jateng.

Salah satu contoh pemilik akun facebook Roy Orlando kepada grup Warga Demak, dalam kontennya menanyakan bahwa selama masa pandemi ini banyak ambulans yang mondar-mandir, namun tak ada pasien.

“Opo bener seng lg rame ambulan muben kampung tp ora ono mayite. cm gawe weden weden masyarakat edisi bertakon,” tulis pemilik akun sebagaimana dikutip dari hasil foto layar yang menjadi barang bukti kepolisian.

Kasus lainnya yang tengah diselidiki ialah dugaan ujaran kebencian terhadap pemerintah yang dicuitkan akun twitter @TuyulBoker pada Minggu (4/7) lalu.

Dalam akunnya, membagikan konten terkait pemakzulan presiden, di mana salah satunya dituliskannya ialah ‘minim ilmu pengetahuan’, dia pun lantas menanyakan kapan Presiden akan mundur.

Pemilik akun juga mengunggah sebuah foto yang berisi tulisan solusi terhadap sejumlah permasalahan dalam negeri ialah memakzulkan Jokowi.

Akun milik Didik Haryanto, kata Iqba, menggunggah sejumlah pertanyaan mengkritisi larangan dalam protokol kesehatan Covid-19 sebagai cara menangani wabah ini.

Pemilik akun itu mengkritisi larangan pergi ke Masjid kegiatan salat Jumat yang merupakan kewajiban umat Islam, saf jaga jarak yang membuat hilangnya kesatuan umat, larangan berjabat tangan yang merupakan penggugur dosa, pemakaian masker yang membuat senyum tak terlihat. (tvl)

Back to top button