Crispy

Ricuh Pasca Laga Persipura vs Adhyaksa FC Berujung Pembakaran Fasilitas

Tiket promosi melayang, sanksi berat membayangi. Kekalahan Persipura Jayapura atas Adhyaksa FC memicu amuk massa yang merusak Stadion Lukas Enembe.

WWW.JERNIH.CO –  Kericuhan besar pecah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pasca-pertandingan play-off promosi Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada Jumat, 8 Mei 2026. Laga yang menjadi penentu tiket terakhir menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia (Super League) ini berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu, Adhyaksa FC.

Pertandingan dimulai pukul 15.00 WIT dengan atmosfer yang sangat panas. Persipura, sebagai tim tuan rumah, memikul beban sejarah untuk kembali ke kasta tertinggi setelah terdegradasi pada 2022.

Ribuan pendukung “Mutiara Hitam” memadati stadion dengan harapan besar. Namun, jalannya laga tidak sesuai ekspektasi suporter. Adhyaksa FC tampil solid dan berhasil mencetak gol tunggal melalui Adilson Silva di masa injury time babak pertama (menit ke-45+1).

Memasuki babak kedua, Persipura terus menggempur pertahanan lawan, namun gagal membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan. Begitu wasit mengakhiri pertandingan, kekecewaan suporter yang tidak terbendung langsung meledak.

 Pukul 17.15 WIT segera setelah laga usai, ratusan penonton dari tribun selatan dan timur nekat turun ke lapangan. Massa melakukan pengejaran terhadap para pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan. Beruntung, petugas keamanan dengan cepat mengevakuasi para pemain tamu ke ruang ganti dan menggunakan kendaraan rantis (kendaraan taktis) untuk mengamankan mereka keluar dari area stadion.

Aksi anarkis berlanjut dengan perusakan bangku pemain (bench), papan iklan, hingga fasilitas di dalam stadion. Massa yang semakin emosional kemudian bergerak ke area parkir dan luar stadion.

Menurut laporan Polda Papua, kericuhan ini mengakibatkan 25 unit mobil dan 9 unit motor hangus dibakar massa di area parkir. Di antara kendaraan yang terbakar, terdapat satu unit mobil ambulans milik Brimob.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo. menyebutkan bahwa sebanyak 27 sepeda motor dinas milik Polri dilaporkan hilang atau dibawa lari oleh oknum di tengah kekacauan tersebut. Di tengah kericuhan, sempat terlihat beberapa oknum mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah lapangan dan di luar area stadion, yang memperkeruh suasana keamanan.

Aparat gabungan TNI-Polri harus bekerja keras memukul mundur massa menggunakan gas air mata guna mencegah kerusakan yang lebih luas. Polisi menduga aksi ini tidak hanya spontanitas karena kekecewaan hasil skor, tetapi juga dimanfaatkan oleh provokator untuk menciptakan kekacauan.

Situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe baru dilaporkan berangsur kondusif pada pukul 23.45 WIT. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan olah TKP di empat lokasi utama kerusakan, termasuk area Aquatic dan ruang kontrol video stadion yang hancur akibat lemparan batu. Akibat insiden ini, Persipura tidak hanya kehilangan tiket promosi, tetapi juga terancam sanksi berat dari PSSI.(*)

BACA JUGA: Selain Bendera Merah Putih Hanya Bendera Persipura Yang Boleh Berkibar di Papua

Back to top button