Sergio Ramos Resmi Beli Sevilla Seharga Rp7,8 Triliun

Di tengah badai utang dan konflik internal keluarga penguasa lama, sang legenda pulang membawa koper berisi rtusan juta euro untuk menyelamatkan raksasa Andalusia yang sedang sekarat.
WWW.JERNIH.CO – Sergio Ramos, bek legendaris yang memulai dan (kemungkinan) mengakhiri karier profesionalnya di Sevilla, kini melangkah lebih jauh. Ramos resmi memimpin konsorsium untuk mengambil alih kepemilikan klub masa kecilnya, Sevilla FC.
Sergio Ramos bersama grup investasi Five Eleven Capital telah mencapai kesepakatan prinsip untuk membeli sekitar 80% saham klub. Nilai kesepakatan ini diperkirakan mencapai Rp7,9 triliun.
Harga per lembar saham diperkirakan berada di angka 3.500 euro. Meski angka ini sudah disepakati, nilai akhir masih bisa berfluktuasi tergantung pada hasil audit keuangan menyeluruh (due diligence) dan status Sevilla di kasta tertinggi Liga Spanyol musim depan.
Ada dua alasan utama di balik keputusan berani pria berusia 40 tahun ini. Ramos selalu menyebut Sevilla sebagai “rumah”. Setelah berkelana ke Real Madrid dan PSG, ia kembali ke Sevilla pada 2023 dengan gaji minimum hanya untuk membantu klub. Membeli klub adalah bentuk pengabdian tertingginya untuk memastikan Sevilla tetap kompetitif.
Di sisi lain Sevilla sedang dalam kondisi keuangan kritis. Klub melaporkan kerugian sebesar 81,8 juta euro pada musim 2023/2024 dan memiliki utang yang membengkak hingga €180 juta. Ramos hadir sebagai “penyelamat” untuk membawa stabilitas modal baru.
Dalam sebuah acara di Sevilla baru-baru ini, Ramos memberikan sinyal optimis mengenai proses transisi ini, “Semuanya berjalan dengan baik. Saya pikir akan ada berita dalam beberapa bulan, atau bahkan minggu ke depan, dan kami berharap itu adalah berita yang kita semua harapkan. Ini adalah proyek hati untuk memastikan Sevilla kembali ke tempat yang seharusnya.”
Selama bertahun-tahun, Sevilla dimiliki oleh kelompok pemegang saham lokal yang tergabung dalam Sevillistas de Nervión S.A., dengan figur utama seperti keluarga Del Nido dan Castro.
Kepemimpinan mereka belakangan ini diwarnai konflik internal yang sengit antara Jose Maria del Nido Benavente dan presiden saat ini, Jose Maria del Nido Carrasco, yang membuat manajemen klub menjadi tidak stabil.
Secara historis, Sevilla adalah kekuatan besar di Spanyol, namun musim-musim terakhir sangatlah berat. Sevilla pernah menjuarai La Liga satu kali (1945/46) dan merupakan kolektor gelar Liga Europa terbanyak (7 gelar).
Di musim 2025/2026, Sevilla terpuruk di papan bawah. Per Mei 2026, mereka duduk di peringkat ke-13 dan sempat terancam degradasi sebelum akhirnya aman setelah kemenangan krusial melawan Espanyol.(*)
BACA JUGA: Euro 2020: Sergio Ramos tak Dipanggil, Kali Pertama dalam 100 Tahun Spanyol tanpa Pemain Real Madrid





