Serangan Pesawat tak Berawak Israel Tewaskan Dua Saudara Kandung di Kamp Tenda Gaza

JERNIH – Serangan pesawat tak berawak Israel pada hari Sabtu (27/6/2026) menewaskan dua saudara kandung Palestina, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun, di Gaza selatan dan melukai setidaknya tujuh orang lainnya.
Menurut rumah sakit Nasser, tempat para korban dirawat, serangan itu menargetkan tenda-tenda menampung pengungsi Palestina di kamp Muwasi, menewaskan Islam Moussa, berusia 15 tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia 30 tahun, Abdullah Moussa. Militer Israel mengakui telah menyerang daerah Muwasi, dan menuduh telah menargetkan seorang militan Hamas, tetapi tidak segera memberikan informasi lebih lanjut.
Di halaman rumah sakit, kerabat menangis di atas jenazah yang ditutupi kain kafan putih. Pada hari Sabtu juga, warga Palestina melaporkan mendengar suara ledakan keras di Kota Gaza .
Sementara menurut rumah sakit Shifa, militer Israel menyerang sebuah tenda yang menampung pengungsi Palestina di Gaza barat, melukai sedikitnya 12 orang. Layanan ambulans Palang Merah Palestina mengatakan dua orang mengalami luka kritis dan sebagian besar korban luka adalah perempuan. Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai serangan itu, dan belum jelas apa targetnya.
Meskipun gencatan senjata yang rapuh dicapai pada bulan Oktober yang menghentikan pertempuran terberat antara Israel dan kelompok Hamas, Israel terus melakukan serangan dan penembakan hampir setiap hari di seluruh wilayah pesisir tersebut. Israel dan Hamas terus saling tuding melanggar gencatan senjata.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata diberlakukan, Israel telah menewaskan lebih dari 1.030 orang di Gaza. Kementerian tersebut menyimpan catatan rinci tentang korban jiwa yang secara umum dapat diandalkan oleh badan-badan PBB dan para ahli independen. Kementerian tersebut pekan lalu mengatakan Israel telah membunuh lebih dari 250 anak di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.
Sebuah tim ahli independen yang ditugaskan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah melaporkan bahwa Israel sengaja menembak anak-anak di Gaza dan Israel telah melakukan genosida di wilayah tersebut. Israel membantah klaim bahwa mereka melakukan genosida di Gaza selama perang dua tahun tersebut.
Perang meletus pada 7 Oktober 2023, dengan serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang. Serangan balasan Israel di Gaza menurut Kementerian Kesehatan Gaza, telah menewaskan lebih dari 73.050 warga Palestina, termasuk mereka yang tewas sejak gencatan senjata.






