Moron

Mufli Ananda, dari Aspri Sultan Andara ke Komisaris BUMN Baja

Usai netizen mempertanyakan kompetensi Ginka Febriyanti sebagai komisaris PT Pertamina Retail, kini muncul nama lain di BUMN Krakatau Posco.

WWW.JERNIH.CO – Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Sosok yang selama ini berada di balik layar sebagai lingkaran terdekat selebritas papan atas Indonesia, Raffi Ahmad, kini melompat ke panggung korporasi skala besar.

Kejutan ini mencuat setelah namanya resmi tercantum dalam jajaran Dewan Komisaris PT Krakatau Posco, sebuah perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang sangat strategis di Indonesia.

Penunjukan ini memicu gelombang diskusi di kalangan netizen. Banyak yang penasaran mengenai siapa sebenarnya Mufli Budi Ananda, bagaimana latar belakang pendidikan yang dimilikinya, serta apa yang melandasi langkahnya hingga bisa menduduki kursi empuk sebagai seorang komisaris di industri berat.

Sebelum namanya bertengger di situs resmi perusahaan baja, Mufli Budi Ananda lebih dikenal publik sebagai asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Raffi Ahmad. Dalam kesehariannya, ia mengoordinasikan berbagai kebutuhan operasional, jadwal, hingga aktivitas bisnis yang menggurita di bawah bendera RANS.

Sebagai orang kepercayaan seorang “Sultan Andara,” Mufli memiliki kedekatan emosional dan profesional yang tinggi dalam mengelola urusan sang artis. Peran di balik layar inilah yang membuat profilnya cenderung tertutup dari dunia korporat konvensional, hingga akhirnya keputusan besar memindahkan namanya ke ranah industri manufaktur nasional.

Seiring dengan viralnya kabar pengangkatan tersebut, netizen pun mulai menelusuri rekam jejak akademik Mufli melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Berdasarkan data yang ditemukan publik, latar belakang pendidikan Mufli. Ia merupakan lulusan jenjang Diploma III (D3) program studi Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung, Jakarta Selatan.

Mufli sempat tercatat melanjutkan pendidikan pada jurusan Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 2014, meskipun status akhirnya dalam pangkalan data tersebut tercatat mengundurkan diri.

Latar belakang pendidikan vokasi di bidang kelistrikan ini menjadi bahan perdebatan hangat. Banyak pihak menilai disiplin ilmu tersebut tidak linier secara langsung dengan industri metalurgi, pembuatan baja, ataupun manajemen korporasi skala masif yang umumnya diisi oleh para ahli berlatar belakang teknik material atau manajemen industri senior.

Sebagai perusahaan patungan (joint venture) dengan skema kepemilikan saham berimbang (50% dimiliki PT Krakatau Steel Tbk dan 50% dimiliki POSCO Korea Selatan), struktur Dewan Komisaris PT Krakatau Posco diisi oleh perwakilan dari kedua belah pihak.

Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro menjabat sebagai Komisaris Utama (Presiden Komisaris). Ia merupakan perwakilan dari pihak Indonesia/Krakatau Steel. Sementara Mufli Budi Ananda menjabat sebagai Komisaris, yang ditunjuk sebagai bagian dari perwakilan jajaran manajemen dari sisi Indonesia.

Kursi komisaris lainnya diisi oleh para eksekutif senior yang diutus langsung oleh POSCO Holdings dari Korea Selatan untuk mengawasi investasi, teknologi, dan modal asing mereka di pabrik baja terintegrasi Cilegon tersebut. (*)

BACA JUGA: AM Putranto Duduki Jabatan Komisaris Utama PT Pegadaian

Back to top button