CrispyDesportare

Skandal Doping Stamford Bridge, Mykhailo Mudryk Resmi Disanksi 4 Tahun oleh FA

Karier bintang Chelsea, Mykhailo Mudryk, kini berada di ujung tanduk setelah FA menjatuhkan hukuman berat larangan bermain selama empat tahun. Pemain sayap lincah asal Ukraina ini dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan anti-doping.

WWW.JERNIH.CO –  Bintang Chelsea asal Ukraina, Mykhailo Mudryk akhirnya mendapat sanksi berat. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) secara resmi menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama empat tahun.

Keputusan ini menjadi salah satu sanksi terlama yang pernah diberikan kepada pemain aktif di era Premier League, yang seketika mengancam keberlangsungan karier sang pemain sayap di level tertinggi.

Mykhailo Mudryk adalah pemain sayap berbakat yang didatangkan Chelsea dari Shakhtar Donetsk pada Januari 2023 dengan nilai transfer fantastis mencapai 89 juta pounds (termasuk bonus). Pemain berusia 25 tahun ini dikenal karena kecepatan larinya yang luar biasa dan kemampuan teknis di sisi lapangan.

Sebelum kasus ini mencuat, Mudryk dianggap sebagai aset masa depan Chelsea dengan kontrak jangka panjang hingga tahun 2031. Namun, sejak akhir tahun 2024, sosoknya mulai menghilang dari skuad utama seiring berjalannya proses hukum ini.

Berdasarkan laporan medis dan hasil investigasi, Mudryk dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan anti-doping. Kasus ini bermula pada Desember 2024, ketika sampel urin Mudryk menunjukkan hasil positif mengandung zat terlarang bernama Meldonium.

Zat ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah kardiovaskular, namun dilarang dalam dunia olahraga karena dapat meningkatkan kapasitas pernapasan dan stamina atlet secara tidak wajar.

Mudryk pertama kali menjalani suspensi sementara sejak Desember 2024 setelah kembali dari tugas internasional bersama timnas Ukraina. Pada Juni 2025, FA secara resmi mendakwa sang pemain setelah analisis sampel B mengonfirmasi temuan awal.

Setelah melalui proses persidangan yang panjang, FA akhirnya memutuskan hukuman maksimal empat tahun pada April 2026.

Dalam regulasi Anti-Doping FA, penggunaan zat kategori non-spesifik seperti Meldonium tanpa izin medis (TUE) dapat memicu sanksi maksimal hingga empat tahun jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian berat.

Sanksi ini mencakup larangan bermain di pertandingan resmi, berlatih bersama tim, hingga menggunakan fasilitas klub. Mudryk kabarnya telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk meringankan hukuman tersebut, dengan argumen bahwa ia tidak sengaja mengonsumsi zat tersebut.

Kasus hukuman jangka panjang akibat doping bukanlah hal baru, meski durasi empat tahun tergolong sangat ekstrem. Beberapa kasus serupa yang pernah menghebohkan antara lain pada Paul Pogba, ia menghadapi kasus serupa di Juventus (awalnya dijatuhi 4 tahun sebelum dikurangi menjadi 18 bulan oleh CAS).

Lalu Andre Onana pernah dihukum 12 bulan (kemudian dikurangi menjadi 9 bulan) karena tidak sengaja meminum obat istrinya yang mengandung zat terlarang.

Bahkan eks pemain Chelsea yakni Adrian Mutu pernah dihukum 7 bulan dan dipecat klub pada 2004 karena penggunaan kokain.

Jika banding Mudryk ditolak oleh CAS, ia diperkirakan baru bisa kembali merumput pada Desember 2028, mengingat hukuman biasanya dihitung mundur (backdated) dari masa suspensi awal.

Bagi pemain di usia emas 25 tahun, absen selama empat tahun tentu menjadi pukulan telak yang bisa mengakhiri kariernya di klub elit Eropa.(*)

BACA JUGA: Di Jerman, Pesepakbola Transgender Tinggal Pilih, Masuk Tim Wanita atau Laki-laki

Back to top button