Huawei Watch Fit 5 Pro vs Garmin Forerunner vs Apple Watch

Gear smartwatch untuk lari bertambah satu lagi. Mari bedah perbandingan Huawei, Garmin dan Apple dari berbagai segi. Mana yang cocok untuk Anda?
WWW.JERNIH.CO – Dalam dunia running gear, setiap merek memiliki “jiwa” yang berbeda. Namun hadirnya Huawei Watch Fit 5 Pro menambah persaingan antar gear kian menarik.
Jika biasanya selain Garmin Forerunner ada Apple Watch yang digemari Apple Fan boy yang doyan lari, kini pabrikan China menambahkan satu.
Huawei Watch Fit 5 Pro vs. Garmin (Seri Forerunner 265/965)
Garmin adalah standar emas bagi pelari data, namun Huawei mulai mengejar di sektor-sektor yang mengejutkan.
Garmin dikenal dengan SatIQ yang sangat efisien. Namun, Huawei Watch Fit 5 Pro dengan GNSS Dual-band terbaru kini memiliki kecepatan locking sinyal yang hampir setara, bahkan di area perkotaan padat.
Garmin unggul dalam metrik pemulihan seperti Body Battery dan Training Readiness. Sementara itu, Huawei lebih unggul dalam visualisasi data yang intuitif melalui aplikasi Huawei Health, yang jauh lebih ramah pengguna bagi pelari pemula hingga menengah dibanding antarmuka Garmin yang terkadang terasa sangat teknis.
Garmin dengan layar AMOLED (seri 265) dibanderol jauh lebih mahal. Huawei menawarkan kualitas layar yang serupa atau bahkan lebih terang (3.000 nits) dengan harga yang biasanya lebih kompetitif.
Huawei Watch Fit 5 Pro vs. Apple Watch (Series 10 / Ultra 2)
Ini adalah pertarungan antara “Smartwatch yang bisa lari” vs “Sportwatch yang cerdas”. Daya tahan baterai adalah kemenangan telak bagi Huawei. Di saat Apple Watch rata-rata harus diisi daya setiap 18–36 jam, Watch Fit 5 Pro bisa bertahan hingga 10 hari. Bagi pelari ultra atau mereka yang benci mengisi daya setiap malam, Huawei adalah pilihan logis.
Apple Watch menang dalam hal aplikasi pihak ketiga (seperti Strava versi lengkap di jam atau Spotify offline yang lebih mulus). Huawei memiliki dukungan Strava, namun pengalamannya masih lebih mandiri (standalone).
Apple memiliki sensor jantung yang sangat akurat, namun fitur Diabetes Risk Assessment dan Emotional Wellbeing pada Huawei memberikan sudut pandang kesehatan holistik yang belum tersedia secara terpadu di Apple.

Perang Harga
Huawei Watch Fit 5 Pro hadir sebagai penantang serius di pasar smartwatch 2026 dengan menawarkan keseimbangan antara fitur mewah dan harga yang kompetitif. Dibanderol pada kisaran Rp 2.999.000 hingga Rp 3.599.000, perangkat ini memposisikan diri sebagai opsi Value for Money yang sangat menarik bagi pelari.
Meski harganya masuk dalam segmen mid-range, Huawei tidak berkompromi dengan menyematkan material premium seperti Titanium serta fitur kesehatan tingkat lanjut seperti ECG dan deteksi risiko gula darah yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat dengan harga jauh lebih tinggi.
Jika dibandingkan dengan raksasa di segmen premium, selisih harganya terlihat sangat mencolok tanpa mengorbankan performa esensial bagi pelari. Garmin Forerunner 265, yang menjadi standar bagi pegiat olahraga profesional, diperkirakan menyentuh angka Rp 7,5 juta hingga Rp 8,5 juta, sementara Apple Watch Series 11 berada di rentang Rp 7 juta hingga Rp 9 juta.
Dengan memilih Huawei, pelari bisa menghemat lebih dari 50% anggaran namun tetap mendapatkan teknologi GPS dual-band yang akurat dan desain yang cukup elegan untuk digunakan dalam aktivitas formal maupun latihan intensif.
Pada akhirnya, strategi harga Huawei ini memberikan alternatif cerdas bagi pelari yang mencari fungsionalitas tanpa harus membayar “pajak merek” yang tinggi. Dengan selisih harga yang signifikan, pengguna dapat mengalokasikan anggaran mereka untuk kebutuhan lari lainnya, seperti sepatu berkualitas atau nutrisi tambahan, sambil tetap menikmati ekosistem kesehatan yang lengkap.
Di sisi fitur Huawei berhasil membuktikan bahwa teknologi lari yang canggih dan material fisik yang kokoh kini semakin inklusif dan dapat dijangkau oleh spektrum pelari yang lebih luas.(*)
BACA JUGA: Huawei Watch Fit 5 Pro di Tangan Pelari
