Moron

Geger Video Amien Rais, Komdigi Beri Peringatan Keras

Ruang digital memanas setelah Amien Rais mendesak Presiden Prabowo untuk “melepaskan diri” dari Teddy Indra Wijaya. Tak tinggal diam, Komdigi memberikan respons balik yang tak kalah sengit.

WWW.JERNIH.CO –  Tokoh reformasi, Amien Rais menyoroti sosok Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui sebuah video. Video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya tersebut memicu reaksi keras dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dalam waktu singkat, video tersebut dikabarkan menghilang dari peredaran, namun gelombang diskusinya tetap meluas di media sosial.

Dalam unggahan video yang sempat viral tersebut, Amien Rais melontarkan kritik tajam yang dialamatkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait keberadaan Teddy di lingkungan Istana. Ada beberapa poin krusial yang menjadi inti dari pernyataan Amien, antara lain; Amien Rais secara terbuka mengusulkan agar Presiden Prabowo bersikap ksatria dan tegas untuk melepaskan diri dari pengaruh Teddy.

Ia menggunakan diksi yang cukup keras dengan menyebut hubungan tersebut sebagai sebuah “lendotan” yang dianggapnya membahayakan stabilitas kepemimpinan.

Amien menyarankan agar posisi Seskab diganti dengan sosok yang ia sebut “normal” dan lebih fokus bekerja untuk kepentingan bangsa serta negara. Pernyataan ini secara implisit mempertanyakan kapasitas atau latar belakang Teddy dalam menjalankan tugas-tugas administratif kepresidenan.

Dalam narasi sebelumnya yang senada, Amien mengibaratkan keberadaan figur-figur tertentu di sekitar Presiden bisa menjadi “ranjau politik” yang sewaktu-waktu dapat meledak dan merugikan kredibilitas pemerintahan jika tidak segera dibenahi.

BACA JUGA: Amien Rais Tak Usah Campuri Kongres PAN, Kata Pendiri PAN

Merespons narasi tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan pernyataan resmi yang sangat kontras. Komdigi tidak hanya menyanggah isi konten tersebut, tetapi juga mengambil langkah preventif secara digital.

Komdigi dengan tegas menyatakan bahwa isi video Amien Rais tersebut mengandung informasi bohong (hoaks) dan bersifat fitnah. Pemerintah menilai bahwa narasi yang dibangun tidak didasarkan pada fakta objektif melainkan serangan personal.

Pihak kementerian mendeteksi adanya indikasi “karakter assassination” atau pembunuhan karakter yang ditujukan tidak hanya kepada Seskab Teddy, tetapi juga sebagai serangan tidak langsung terhadap integritas Presiden.

Menteri Komdigi Meutya Hafid menekankan bahwa konten tersebut berpotensi memecah belah masyarakat karena mengandung unsur provokasi dan ujaran kebencian. Oleh karena itu, Komdigi mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan ulang konten tersebut.

Sebagai bentuk ketegasan, Komdigi menyatakan akan mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk penggunaan UU ITE bagi pihak-pihak yang secara sengaja mendistribusikan konten yang dianggap melanggar hukum tersebut.

Hingga saat ini, meskipun video asli telah diturunkan, perdebatan mengenai batas kritik dan etika digital dalam menyoroti pejabat publik terus menjadi sorotan di ruang publik digital Indonesia.(*)

BACA JUGA: Amien Rais Sentil Besan Gara-gara Nyalon Caketum PAN

Back to top button