Lama Menghilang Fabiola Elizabeth Ditangkap Terkait Love Scamming

Eks model dan mantan istri personel boyband ini perannya tak main-main; ia bertugas meyakinkan para korban lewat panggilan video langsung sebelum uang mereka dikuras habis. Tawarkan cinta berakhir penjara.
WWW.JERNIH.CO – Mantan artis dan model, Fabiola Elizabeth, secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah. Dirinya terciduk atas keterlibatan dalam jaringan penipuan daring (online) berskala internasional dengan modus love scamming atau yang dikenal secara global dengan istilah pig butchering.
Sindikat kriminal ini diketahui beroperasi dengan sangat rapi dan sempat berpindah-pindah lokasi sebanyak empat kali, sebelum akhirnya digerebek oleh pihak kepolisian di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Bagi sebagian masyarakat, nama Fabiola Elizabeth mungkin sudah tidak asing lagi. Ia adalah seorang pelaku industri hiburan yang mengawali kariernya sebagai model dan sempat aktif di dunia pertelevisian tanah air. Namanya kian melambung dan dikenal luas oleh publik setelah ia menikah dengan salah satu personel boyband terkenal Indonesia (SM*SH), yakni Reza Anugrah, pada September 2018.
Meski bahtera rumah tangga mereka harus berakhir dengan perceraian pada tahun 2020, sosok Fabiola tetap memiliki pengikut di media sosial. Setelah cukup lama tidak terdengar kabarnya di layar kaca, kemunculannya kali ini justru mengagetkan publik karena ia mengenakan baju tahanan bersama puluhan tersangka lainnya.
Dalam struktur organisasi kejahatan siber ini, peran Fabiola tergolong sangat krusial. Berdasarkan keterangan resmi dari Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Susanto Saragih, Fabiola direkrut dan bertindak sebagai Model.
Modus operandi dari sindikat ini bermula ketika para pelaku yang bertugas sebagai bagian pemasaran (marketing) mencari korban warga negara asing—mayoritas berasal dari Amerika Serikat—melalui aplikasi kencan seperti Tinder, Boo, Puf, serta media sosial Facebook. Setelah korban terpikat oleh profil palsu yang dipasang, komunikasi dipindahkan ke chat pribadi untuk membangun kedekatan emosional dan hubungan asmara fiktif.
Di sinilah peran penting Fabiola dimulai. Ketika korban mulai ragu atau membutuhkan bukti visual untuk memverifikasi sosok wanita di balik akun tersebut, Fabiola bertugas untuk menyediakan foto-foto persuasif yang menarik. Selain itu juga melakukan panggilan video secara langsung (live video call) dengan korban.
Parasnya yang menarik sebagai mantan model digunakan sebagai alat validasi mutlak demi meyakinkan korban bahwa hubungan asmara tersebut nyata. Setelah korban sepenuhnya percaya, barulah mereka digiring oleh sindikat untuk menanamkan modal di situs investasi perdagangan kripto palsu yang telah dimanipulasi.
Skala penipuan dari sindikat ini tidak main-main. Beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026, jaringan ini berhasil menjaring sedikitnya 133 korban. Total kerugian kumulatif yang diderita para korban diestimasikan mencapai Rp 41,1 miliar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian terhadap manajemen penggajian PT Digi Global Konsultan (perusahaan fiktif yang menaungi sindikat tersebut), Fabiola bekerja dengan sistem upah bulanan tetap (fixed salary) berdasarkan posisinya sebagai model. Fabiola diketahui menerima gaji berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan.(*)
BACA JUGA: Berkedok Konsultan, Sindikat Love Scamming Raup Rp41 Miliar dari Korban AS


