Nus Kei Meninggal, Adakah Kaitan dengan John Kei?

Empat tusukan membuat Nus Kei tergeletak tak berdaya. Ia baru keluar dari bandara menuju kediamannya. Benarkah ini akibat balas dendam luka lama?
WWW.JERNIH.CO – Tragedi berdarah yang mengguncang publik terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu, 19 April 2026. Agrapinus Rumatora, atau yang lebih dikenal secara nasional dengan nama Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman brutal sesaat setelah ia menginjakkan kaki di tanah kelahirannya.
Nus Kei baru saja menempuh perjalanan udara dari Jakarta via Ambon menggunakan maskapai Lion Air. Sekitar pukul 11.25 WIT, ketika ia berjalan menuju pintu keluar terminal kedatangan untuk menemui keluarganya, dua orang pria mendekat secara tiba-tiba.
Tanpa basa-basi, pelaku menyerang Nus Kei menggunakan senjata tajam. Meskipun sempat ada upaya perlawanan dari pihak keluarga yang menjemput, Nus Kei menderita setidaknya empat luka tusukan serius di organ vital. Korban segera dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun, namun tim medis menyatakan ia meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT akibat pendarahan hebat.
Nus Kei bukan sekadar nama biasa di panggung lokal maupun nasional. Namanya mencuat lewat dua sisi kehidupan yang berbeda. Di dunia politik ia menjabat sebagai Ketua DPD (atau DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara. Sebagai politisi, ia merupakan figur strategis yang tengah dipersiapkan untuk maju dalam kontestasi Pilkada Maluku Tenggara. Kematiannya terjadi hanya empat hari menjelang agenda Musyawarah Daerah (Musda) Golkar setempat.
Di Jakarta, Nus Kei dikenal sebagai tokoh kelompok pemuda asal Maluku yang bergerak di bidang jasa penagihan dan pengamanan. Ia memiliki pengaruh sosial yang besar di Kepulauan Kei dan sering dianggap sebagai jembatan aspirasi warga daerah di ibu kota.
Polisi bergerak cepat dan menangkap dua tersangka dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian. Mereka adalah Hendrikus Rahayaan (HR), seorang pria berusia 28 tahun yang diketahui merupakan atlet Mixed Martial Arts (MMA), dan Finansius Ulukyanan (FU) berusia 36 tahun.
Berdasarkan penyelidikan awal, motif utama pembunuhan ini adalah dendam lama. Pelaku meyakini Nus Kei adalah dalang di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun (Dani Hollat), yang tewas di Bekasi beberapa tahun silam.
Hendrikus Rahayaan dilaporkan merupakan keponakan dari John Kei. Sebagaimana diketahui, Nus Kei dan John Kei memiliki sejarah perseteruan berdarah pada tahun 2020 yang melibatkan penyerangan rumah di Green Lake City, Tangerang.
Pasca-kejadian, sempat terjadi kericuhan kecil di area bandara oleh massa yang emosional. Namun, aparat kepolisian dari Polres Maluku Tenggara dan Polda Maluku berhasil meredam situasi. Pihak Partai Golkar mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tidak melakukan aksi balas dendam dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.(*)
BACA JUGA: Dewan Pakar : Tidak Ada Rencana Munaslub di Partai Golkar




