Puisi

Ompreng Menyuap Kuasa

Ompreng datang membawa janji, namun pulang menggendong dusta.

Katanya untuk anak bangsa, nyatanya jadi pesta para penguasa.

Pembelian dipagari monopoli, pengadaan dipeluk kroni.

Rakyat menghitung gizi, pejabat menghitung komisi.

Nampan itu mengilap di pidato, tetapi kusam di dapur yang sempit.

Makanan bergizi disusun rapi, namun lalai menjaga nurani.

Sisa-sisa kerak dibiarkan tinggal, bakteri pun ikut bersorak nakal.

Air cucian keruh menjadi saksi, kebersihan kalah oleh ambisi.

Anak-anak menyuap harapan, tetapi yang datang justru keracunan.

Perut kecil meminta masa depan, tubuh lemah menanggung beban.

Siapa yang mengkhianati sendok, bila ompreng dijadikan ladang sogok?

Siapa yang memetik untung, ketika suara anak ditelan gedung-gedung agung?

Negeri tak kekurangan piring, yang kurang hanyalah hati yang bening.

Dan ompreng pun berbisik lirih: jangan jadikan aku wadah makanan, bila tanganmu lebih kotor daripada sisa yang enggan kau bersihkan.

*) Ompreng disebut juga nampan makan alias food tray.

Check Also
Close
Back to top button